Fasilitas KITE IKM Sepi Peminat

Kebijakan kemudahan mengimpor bahan baku untuk produksi berorentasi ekspor bagi IKM (industri kecil dan menengah) masih ditanggapi sepi oleh kalangan pengusaha Malang Raya. Buktinya, meski program KITE IKM (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil dan Menengah) sudah diluncurkan 2017, hingga kini tak satu pun pelaku IKM (industri kecil menengah) yang memanfaatkan program tersebut.Data dari kantor Bea dan Cukai Malang menyebutkan, pendaftaranKITE IKM untuk wilayah Malang Raya masih nihil.

MALANG KOTA – Kebijakan kemudahan mengimpor bahan baku untuk produksi berorentasi ekspor bagi IKM (industri kecil dan menengah) masih ditanggapi sepi oleh kalangan pengusaha Malang Raya. Buktinya, meski program KITE IKM (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil dan Menengah) sudah diluncurkan 2017, hingga kini tak satu pun pelaku IKM (industri kecil menengah) yang memanfaatkan program tersebut.Data dari kantor Bea dan Cukai Malang menyebutkan, pendaftaranKITE IKM untuk wilayah Malang Raya masih nihil.

”Belum ada IKM yang mengajukan fasilitas KITE IKM kepada kantor bea dan cukai,” ujar Kristian Agung P , kepala Subseksi PenyuluhanKantor Bea Cukai Malang. Dia menyatakan, fasilitas KITE yang diperuntukkan bagi IKM yang ingin memperluas pangsa pasar internasional tampaknya belum begitu menarik bagi pelaku IKM di Malang Raya. Dia menduga, salah satu penyebabnya karena pelaku IKM masih fokus pada pangsa pasar lokal dan nasional. ”Beberapa IKM pernah menyatakanmereka belum memiliki pasaran diluar negeri dan jumlah produksinya belum signifikan,” tambahnya.Meskipun sudah melakukan sosia lisasidi wilayah Malang Raya dan membagikanbrosur sejak 2017, tapi tak satu pun IKMyang meman faatkan fasilitas kemudahan tersebut.

”Kami sudah melalukan sosialisasi dengan berkeliling dan membagikan brosur hingga sobo pasar. Namun,masih belum ada yang menga jukanfasilitas KITE IKM. Padahal, di wilayahlain sudah ada pengajuan,” terangnya.Menurut dia, saat ini Bea dan CukaiMalang masih mencari tahu tentangkendala apa yang dihadapi para pelakuIKM sehingga membuat mereka tidak memanfaatkan fasilitas KITE.Sementara itu, Ketua AUSI (AsosiasiUMKM Samudra Indonesia) Kota MalangLila Aldina menyatakan, para pelaku IKM belum mengajukan fasilitas KITE IKMkarena ada kendala.

”Hingga saat ini belum adanya sosialisasi intens yang dilakukan secara langsung kepada pelaku IKM. Selainitu, mekanisme KITE IKM dirasa masihterlalu panjang dan rumit,” ujarnya.Dia menilai, selama ini antara beacukai dan pelaku IKM belum memiliki persepsi yang sama terkait KITE. ”Salahsatu fungsi AUSI akan menjadi jembatandan menjadi mitra pendamping bagi UMKM serta IKM dalam mengembangkan pangsa pasar,” imbuhnya.Meskipun AUSI baru berdiri, tapi kedepan AUSI akan membuka peluang bagi semua pihak untuk menjalin kerjasama dengan pelaku IKM dan UMKM.Tidak hanya pemerintahan, tapi juga swasta yang memiliki potensi untuk bekerja sama memajukan perkembangan IKM dan UMKM di Malang. ”UMKM di Malang ini banyak, ada ratusan unit. Kami tidak hanya bergantung pada salah satu pihak, tapi kami ingin menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi kemajuan dan perkembangan IKM dan UMKM di Malang Raya,” jelasnya.

Pewarta : Nr5
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Dwi Lindawati