Fakta KH Maimun Zubair, Ulama Besar yang Meninggal di Mekah

KOTA MALANG – Kyai Haji Maimun Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen meninggal di Mekah pada pagi hari ini (6/8) di Rumah Sakit Ann Nur. Sudah menimba ilmu keagamaan Islam sejak kecil, Mbah Moen menjadi ulama besar yang sangat dihormati di Indonesia. Selain itu, Mbah Moen juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), dan juga politikus pada 1970-an.

Sontak, kabar meninggalnya Mbah Moen membuat masyarakat Indonesia merasa kehilangan. Radarmalang.id merangkum fakta-fakta Kyai Haji Maimun Zubair dari berbagai sumber:


1. Lahir di Keluarga Ulama

Mbah Moen lahir di Karangmangu, Rembang, 28 Oktober 1928, dan putra seorang kyai, faqih dan alim, Kyai Zubair dan Nyai Mahmudah. Mbah Moen dikelilingi keluarga yang ilmu keagamaan Islamnya sangat kuat.

2. Sejak Muda Sudah Menimba Ilmu Keagamaan
Saat masih muda, sekitar 17 tahun, Mbah Moen sudah hafal kitab-kitab nadzam, di antaranya Al-Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauroq, serta Rohabiyyah fil Faroidl. Seiring pula dengan kepiawaiannya melahap kitab-kitab fikih mazhab Asy-Syafi’i, semisal Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, dan lain sebagainya.

3. Dirikan Pondok Pesantren
Kiai sepuh ini merupakan pemimpin Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Mbah Moen juga pernah menjabat Ketua Syuriah NU Provinsi Jawa Tengah pada 1985 hingga 1990.

Tak hanya mentok menjadi tokoh NU, Mbah Moen juga pernah melebarkan sayap ke dunia internasional dengan menjadi utusan Indonesia dalam Majelis Ijtima Ulama Nusantara kedua di Malaysia pada tahun 2007. Beliau menjadi anggota ICIS (International Conference of Islamic Scholars) dari Indonesia yang diutus ke Uzbekistan pada 2010.

4. Pernah Jadi Anggota MPR
Pada 1971-1978, Mbah Moen menjadi anggota DPRD Tingkat II. Selain itu, dia juga merasakan menjadi anggota MPR dari utusan Jawa Tengah pada 1987-1999. Mulai 2004, Mbah Moen juga merupakan Ketua Majelis Syariah PPP.

5. Jadi Rebutan Jokowi dan Prabowo Saat Pilpres 2019
Saat momen pilpres lalu, para politikus, termasuk para capres, berebut restunya. Bahkan sempat viral dan menjadi buah bibir di masyarakat tentang video Mbah Moen dalam doanya yang salah menyebut nama tokoh capres.

Mbah Moen, yang saat itu sedang duduk bersama Jokowi, justru mendoakan Prabowo. Hal itu kemudian membuat Romahurmuziy, yang berada di belakang Mbah Moen, dengan sigap memberitahukan kesalahan nama tersebut.

Momentum kepeleset lidah Maimun Zubair yang malah mendoakan Prabowo sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat. Namun, dia menjelaskan jika umurnya sudah tua dan meminta maaf salah berbicara.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia