Evrintia Dini Putri, Perajin Kado Tanaman Kaktus Kekinian

Dulu Hias Bando, Kini Banyak Layani Suvenir Pernikahan

Hobi membuat gantungan kunci dan menghias bando saat masih duduk di bangku SMP ternyata membuka jalan bagi Evrintia Dini Putri menemukan passion-nya. Kini, tangan kreatifnya menghasilkan kado unik dari tanaman mini. Dari usahanya yang ditekuni itu, dia mendapatkan keuntungan cukup menggembirakan.

Tumbuhan hijau rindang mengelilingi halaman rumah Evrin, sapaan akrab Evrintia Dini Putri. Beberapa jenis kaktus, sukulen, dan bambu hoki berwadahkan pot-pot cantik berjajar rapi di rak dan etalase toko yang beralamat di Jalan Bukit Berbunga No 206, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Evrin tampak sibuk melipat wadah-wadah mika saat koran ini berkunjung ke rumah yang sekaligus difungsikan sebagai toko, kemarin pagi (14/4). Di sela-sela kesibukannya, Evrin menceritakan usaha yang kini ditekuninya itu.

”Awalnya dulu ya karena memang hobi crafting,”ujar gadis asli Batu tersebut.

Bisnisnya ini baru dimulai tahun 2016 lalu. ”Dulu saya bingung mau kado teman untuk hadiah wisuda. Akhirnya saya kepikiran, kenapa tidak buat sendiri saja,” sambung perempuan berusia 23 tahun itu.



Saat itu, Evrin berpikir akan menghadiahi buket bunga mawar. Tapi, dia mengurungkan niatnya karena dirasa terlalu mainstream. ”Akhirnya saya putuskan bikin handmade (buatan tangan) tersebut,” imbuhnya.

Saat itu, dipilihlah kaktus sebagai hadiah bagi temannya. ”Akhirnya saya kreasikan kaktus dengan pot dan kemudian dihias hingga terlihat unik,” terang putri kedua dari dua bersaudara ini.

Ketika Evrin memberi kado unik tersebut, ternyata banyak temannya yang tertarik. Nah, saat itulah dia mulai berpikir menjadikan ide kecilnya itu sebagai bisnis. Apalagi Evrin juga gemar membuat kerajinan.

”Mungkin sejak SMP dulu saya sudah sering hias-hias barang dan bikin kerajinan tangan,” tambah alumnus SMPN 2 Kota Batu tersebut.

Dia masih ingat saat dirinya membuat gantungan kunci, bando, bahkan tas yang lucu dan unik.

”Dulu saya jualan ke teman-teman. Ibaratnya untuk tambah-tambah uang jajan,” sambung alumnus Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya tersebut.

Usaha yang ditekuni selama dua tahun itu sudah memberi Evrin keuntungan yang cukup menggembirakan. Saat menerima pesanan kado ultah atau pernikahan, omzetnya selalu meningkat. Jika dirata-rata, sekitar Rp 20 juta per bulan.

”Pernah juga hingga Rp 40 juta,” terang perempuan yang mempromosikan karyanya lewat akun Instagram @kadounik.batu itu.

Selain untuk kado pribadi, dia banyak melayani bingkisan kado pernikahan. Dari sana, satu pemesan saja bisa memesan 500 piece hingga 1.000 piece. ”Untuk bulan April ini saya sudah mendapat pemesanan sebanyak 2.600 buah,” terangnya.

Harga yang dia tawarkan bervariasi, dengan rentang Rp 10 ribu hingga Rp 500 ribu. ”Tapi sebenarnya kalau untuk patokan, harganya tidak ada yang pasti,” lanjun Evrin.

Kini, dia sudah memasarkan karyanya ke banyak kota-kota besar seperti Surabaya, Bali, hingga Jakarta. ”Kalau pemesan sebagian besar masih dalam wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Pemesan dari Madiun, Probolinggo, Tuban, serta Blitar banyak yang memesan ke dirinya. Namun, Evrin mengalami sedikit masalah dalam pengiriman. ”Kalau jarak jauh pasti pengirimannya susah. Pasti di ekpsedisi barangnya terbolak-balik,” katanya.

Selain itu, tantangan saat ini adalah banyaknya pesaing dan stok tanaman yang terbatas.

”Sekarang saya masih mengandalkan supplier. Ke depan saya harap bisa menumbuhkan tanaman-tanaman itu sendiri di sini,” tandas perempuan kelahiran 13 April 1994 itu.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Gigih Mazda