Esemka Rajawali Jadi Monumen

Esemka Rajawali Jadi Monumen

Kali pertama, Esemka muncul pada 2009 dan akan dijadikan mobil dinas Joko Widodo. Sekarang, mobil yang memiliki mesin 1.500 cc dan transmisi manual lima percepatan itu dijadikan monumen di SMK Warga Jalan Kolonel Sutarto, Jebres.

“Dari pada nggak terurus di parkiran, sekalian kita jadikan monumen di depan sekolah. Paling tidak masyarakat akan tahu ini mobil yang pernah dikendarai orang nomor satu di Indonesia,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Warga Heru Raharjo.

Mobil Esemka Rajawali itu terbentur masalah emisi gas buang sebanyak dua kali. Akibatnya tidak bisa diproduksi masal. Padahal, waktu itu banyak peminat yang memesan mobil rakitan anak SMK tersebut. Selain gagal uji emisi, kendala lainnya adalah masalah pendanaan.

“Dulu awalnya itu untuk pembinaan sekolah menengah kejuruan. Sudah ada supplier-nya, kita hanya merakit saja. Jadi, waktu itu memang tidak untuk bisnis, dana juga terbatas,” terang Heru.

Menanggapi Esemka Garuda 1 yang digadang-gadang menjadi mobil nasional, Heru tidak dapat berkomentar banyak. Sebab, perakitan mobil Esemka sepenuhnya ditangani PT Adiperkasa Citra Lestari di Sambi, Boyolali.

Sebagai salah satu pionir mobil Esemka, Heru berharap SMK di Solo masih dapat terlibat dalam perakitan mobil tersebut.

“Harapan kami tetap ingin dilibatkan karena akarnya dari SMK. Berapa persen pun kita coba untuk andil. Kalau nggak seperti itu, SMK bisa semakin tertinggal jauh,” tandasnya.

Salah seorang murid SMK Warga Arifin, 16, mengaku bangga dapat membedah isi mobil Esemka. Menurutnya, pelajar seusianya dapat  merakit mobil adalah sesuatu yang luar biasa. “Sebenarnya kita sudah bisa merakit kalau ada bahannya,” ungkap dia.

(rs/irw/bay/JPR)