Erick Thohir Ungkap Alasan Tertarik Kelola Persis Solo

Erick Thohir Ungkap Alasan Tertarik Kelola Persis Solo - JPNN.com

Erick Thohir (tengah) didampingi Pendiri PT Persis Solo Saestu (PSS) Her Prabu, (kiri) saat memberikan penjelasan ingin membantu Persis Solo, di Kota Solo, Sabtu. Foto: Bambang Dwi Marwoto/antara

jpnn.com, SOLO – Pengusaha nasional, Erick Thohir, mengungkapkan ketertarikannya untuk mengelola klub Liga 2 Indonesia, Persis Solo, karena memiliki sejarah luar biasa.

Erick membuktikan keseriusannya dengan mendatangi Wali Kota Solo F.X HAdi Rudyatmo di rumah dinas Loji Gandrung, Sabtu (21/9).

“Saya tertarik membantu tim Persis Solo karena mempunyai sejarah yang luar biasa, yakni sebanyak tujuh kali menjadi juara ajang sepak bola perserikatan sebelum Indonesia merdeka,” kata Erick Thohir, di sela kunjungannya ke Solo, Sabtu.

Erick Thohir yang juga pemilik tim Oxford Liga 3 Inggris tersebut datang ke Solo dan bertemu dengan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo serta pendiri PT Persis Solo Saestu (PSS) dengan maksud ingin membantu Persis Solo agar bisa menjadi juara lagi setelah Indonesia merdeka.

Tim Persis Solo, kata dia, sangat menarik karena pernah menjadi juara perserikatan Indonesia, pada 1935, 1936, 1939, 1940, 1941,1942 dan 1943. Sedangkan, tim milik warga Solo ini, setelah merdeka belum pernah juara.

Menurut Erick Thohir, sebuah klub sepak bola penting mempunyai sejarah seperti Persis Solo. Masyarakat yang mendukungnya mungkin mempunyai mimpi agar tim bisa menjadi juara lagi. Namun tentunya untuk menjadi juara harus melalui proses yang panjang.

Hal tersebut, kata dia, perlu fokus dan pengorbanan. “Semua yang ditempuh harus mempunyai prinsip dasar yang sama. Persis yang berdiri sejak 1923 itu tentunya ingin menjadi juara lagi,” katanya.

Lebih lanjut Erick mengatakan bahwa dalam dunia olahraga harus ada pengelolaan secara profesional dan transparan. Sementara salah satu kegagalan olahraga di Indonesia adalah karena manajemennya yang selalu terjebak pada pola pikir atau kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja.