Erdogan: Jatuhnya Lira Akibat Serangan AS | JawaPos.com

Erdogan: Jatuhnya Lira Akibat Serangan AS | JawaPos.com

JawaPos.com – Lira telah kehilangan lebih dari 35 persen nilainya terhadap dolar AS tahun ini, mendorong kekhawatiran ekonomi Turki, yang sangat bergantung pada pinjaman mata uang asing, dapat mempengaruhi pasar negara berkembang lainnya.

Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat, (17/8), meskipun masih lemah, mata uang Lira menguat terhadap dolar pada hari Rabu setelah Qatar menjanjikan investasi di Turki setelah pembicaraan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Lira Turki bernilai 5,84 melawan dolar AS pada hari Jumat, dua hari setelah Qatar mengumumkan investasi ke pasar keuangan negara dan bank TUrki. Awal pekan ini, mata uang Lira berada pada rekor terendah 7,24 terhadap dolar AS.

Trump memberikan sanksi ekonomi pada Turki (AFP)

Inflasi telah mencapai 15,6 persen, meningkatkan biaya barang sehari-hari. Krisis dimulai beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Twitter mengenai kenaikan dua kali lipat tarif baja dan aluminium bagi Turki, ketika Amerika gagal mendorong Pemerintah Turki untuk melepaskan pendeta Kristen Evangelis Andrew Brunson, yang ditahan atas tuduhan terorisme.



Pada hari Rabu, Turki menggandakan tarif pada beberapa impor dari AS, seperti mobil, alkohol, dan tembakau. Presiden Erdogan menyalahkan jatuhnya Lira akibat serangan yang secara sengaja dilakukan AS untuk membalas dendam.

Pengamat mengatakan, perselisihan dengan AS telah berkontribusi terhadap turunnya nilai Lira. Direktur Program Penelitian Turki di Institut Washington, Soner Cagaptay mengatakan, AS memiliki persenjataan berupa sanksi ekonomi yang siap untuk diterapkan terhadap Turki. Ia yakin serangan ekonomi akan ditingkatkan sampai Pendeta Brunson dilepaskan.

“Langkah seperti itu akan mendorong Erdogan menyebut Barat menyerang kita,” ujar Cagaptay.

(ina/JPC)