Enam Sektor Hambat Income Pemkab

Meski catatan income (pendapatan) Pemkab Malang hingga awal Mei ini terbilang bagus, kerja keras tetap harus dilakukan. Lantaran, dari catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang diketahui masih ada 6 sektor yang belum memenuhi target. ”Dari total 18 sektor, enam di antaranya rapornya masih kurang,” terang Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi.

KEPANJEN – Meski catatan income (pendapatan) Pemkab Malang hingga awal Mei ini terbilang bagus, kerja keras tetap harus dilakukan. Lantaran, dari catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang diketahui masih ada 6 sektor yang belum memenuhi target. ”Dari total 18 sektor, enam di antaranya rapornya masih kurang,” terang Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi.

Enam sektor yang dimaksudkannya, yakni pendapatan asli daerah (PAD), lain-lain pendapatan daerah yang sah, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah. Untuk sektor lain, mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang itu meyakinkan jika angkanya sudah memuaskan. ”Yang lainnya alhamdulillah sudah memenuhi target,” tambah Purnadi.

Beberapa sektor yang sudah memenuhi target tersebut yakni dana perimbangan, pajak daerah, pajak mineral bukan logam dan batuan, dan pajak parkir. ”Termasuk pajak sarang burung, pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, bea perolehan hak atas tanah dan dan bangunan (BPHTB), serta hasil pengolahan daerah yang sudah disahkan,” papar Purnadi.

Meski belum semua sektor memenuhi target, persentase pendapatan yang dicatatkan hingga awal Mei sudah cukup apik. Purnadi menyebut, persentasenya sudah berada di angka 35,71 persen. ”Angka itu sudah cukup baik karena idealnya hingga awal Mei seharusnya 35,41 persen,” tambahnya. Jika ditotal, catatan pendapatan yang mampu dibukukan Rp 1,3 triliun (selengkapnya baca grafis).

Kini, Bapenda Kabupaten Malang mulai mengarahkan fokusnya pada sektor-sektor yang belum maksimal. Untuk PAD misalnya, Purnadi menarget hingga akhir Mei ini, capaiannya bisa bertambah 3,17 persen lagi. Seperti tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, target keseluruhan PAD Kabupaten Malang disematkan di angka Rp 489,3 miliar.

Hingga per 1 Mei, capaiannya sudah berada di angka 32,24 persen, jika diuangkan ada nilai Rp 164,7 miliar. ”Insya Allah akhir bulan ini saya optimistis bisa tercapai sesuai target,” kata Purnadi. Persentase capaian pendapatan diketahui ada pada sektor lain-lain PAD yang sah. Hingga awal Mei baru menyentuh 26,44 persen atau Rp 61 miliar.

Padahal, target secara keseluruhan dalam satu tahun berada di angka Rp 231 miliar. ”Penyebabnya, belum terealisasikannya tahapan yang sudah direncanakan,” ujar Purnadi. Dia lantas mencontohkan beberapa program yang belum terealisasi. Seperti penjualan drum bekas oleh dinas PU bina marga, jasa giro kas daerah dan jasa bunga rekening kas daerah oleh badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD), dan pendapatan BULD oleh RSUD Kanjuruhan.

Pewarta: Farikh Fajarwati
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati