Enam Bulan, 5.672 Turis Kunjungi Malang

Salah seorang warga Belanda saat berkunjung ke Pasar Splendid, Kota Malang, kemarin (15/7).

MALANG KOTA – Helatan Piala Dunia 2018 yang berakhir tadi malam (15/7), diprediksi bakal menggeliatkan sektor pariwisata di Kota Malang. Selain faktor berakhirnya Piala Dunia, musim panas yang terjadi di Eropa juga menjadi penyebabnya.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia DPC Malang Moh Anshori menyatakan, selama ini turis yang datang ke Malang dari berbagai negara di Eropa, seperti Belanda, Perancis, Belgia, Swiss, Jerman, Polandia, dan berbagai negara lain.

”Daftar kunjungan sudah terjadwal hingga November tahun ini, akan ada lonjakan kunjungan setelah perhelatan Piala Dunia usai,” kata pria asli Kabupaten Malang ini.

Jika sejak Januari lalu rata-rata kunjungan hanya 200 wisatawan mancanegara (wisman) per pekan, dia memprediksi ke depan akan ada lonjakan. Dia melanjutkan, saat ini negara Eropa sedang menikmati liburan musim panas. Sesuai jadwal, rata-rata dalam sepekan, ada 300–350 wisman datang ke Splendid dan wisata lain di Malang Raya untuk berlibur.

”Sesuai jadwal, akhir Juli, Agustus, hingga November ini akan terlihat banyak bule berwisata ke Malang,” kata Anshori.



Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, tercatat 5.672 wisman datang ke Kota Malang per Januari–Juni 2018. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan semester yang sama pada tahun 2017, yaitu 5.246 wisman. Alun-Alun Merdeka, Alun-Alun Tugu, dan Museum Brawijaya menjadi top three kunjungan bule-bule ke Kota Bunga ini.

Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni juga sudah mengontrol sejumlah hotel di Kota Malang. Dia melanjutkan, kunjungan wisman yang sudah terjadwal, semua terkonfirmasi kedatangannya. Tidak ada jadwal yang dibatalkan atau mundur.

”Sekarang sudah banyak terlihat bule selfie-selfie di alun-alun,” pungkasnya.

Sementara itu, Pasar Splendid terlihat masih menjadi primadona bagi warga negara Belanda. Kemarin (15/7) misalnya, terlihat sejumlah warga negara Belanda yang berkunjung.

”Menarik melihat pasar hewan ini. Saya di sini ingin melihat burung-burung endemik,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Rubianto