Empat Bacaleg di Sumut Ketauan Daftar di Dua Daerah | JawaPos.com

Empat Bacaleg di Sumut Ketauan Daftar di Dua Daerah | JawaPos.com

JawaPos.com – Indikasi kecurangan didapati dalam proses pemilihan legislatif 2019. Bentuk kecurangan tersebut yakni, dimana ada empat Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) asal Sumatera Utara (Sumut) yang kedapatan juga mendaftar di daerah lain.

Kecurangan itu terlihat saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melakukan penelitian dari aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Para bacaleg itu, merupakan bacaleg yang mendaftar dari beberapa partai.

“Dari aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dimana setelah kami masukkan masing-masing identitas para calon, maka disitu akan langsung terungkap seluruh data beliau terkait pencalonan untuk Pileg 2019,” kata Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, Jumat (27/7).

Keempat Bacaleg itu yakni, satu orang bacaleg Partai Demokrat, satu orang bacaleg Partai Gerindra dan dua orang bacaleg PDI Perjuangan.



Bacaleg Partai Demokrat yang terdaftar ganda yakni atas nama Irfan Maksum Nasution yang didaftarkan sebagai bacaleg tingkat DPRD Sumut pada Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 4 nomor urut 4. Akan tetapi yang bersangkutan juga terdaftar sebagai bacaleg Partai Berkarya untuk DPRD Sumatera Barat pada dapil Sumatera Barat IV nomor urut 6.

Sementara bacaleg Partai Gerindra yang terdaftar ganda yakni atas nama M Nuh yang didaftarkan sebagai bacaleg DPRD Sumut pada dapil Sumut V nomor urut 8. Namun yang M Nuh juga terdaftar sebagai bacaleg Partai Golkar untuk DPRD Labuhanbatu Utara dari Dapil Labuhanbatu Raya 1 nomor urut 3.

Kemudian, dua bacaleg terdaftar ganda dari PDI Perjuangan yakni Darwis yang didaftarkan sebagai bacaleg DPRD Sumut pada Dapil Sumut 5 nomor urut 4. Darwis juga diketahui terdaftar sebagai bacaleg Partai Demokrat untuk Dapil Sumut 5 nomor urut 5.

Selanjutnya yakni Haris Simbolon yang didaftarkan sebagai bacaleg DPRD Sumut pada Dapil Sumut VII nomor urut 4. Ternyata Haris juga terdaftar sebagai Bacaleg di Tingkat DPR RI Dapil Sumut II nomor urut 10.

“Ini hasil deteksi dari silon yang mana data ini muncul setelah kami memasukkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka. Sehingga dipastikan hal ini bukan kesamaan nama, melainkan karena benar-benar orangnya satu,” ujarnya.

Atas temuan ini, KPU Sumatera Utara menurut Mulia akan melakukan klarifikasi kepada masing-masing partai yang mendaftarkan mereka ke KPU Sumut untuk menentukan pilihan.

“Kami akan sampaikan hasil temuan ini. Dan nanti tentu bacaleg yang dimaksud akan memilih salah satu, dimana ia mau maju sebagai bacaleg. Ini dilakukan pada masa perbaikan pada 22 hingga 28 Juli 2018,” tandasnya.

(pra/JPC)