Emak-emak Cuci Piring Bareng, Bukan Piring Sembarangan Lho!

KOTA MALANG – Memperingati Hari Kartini bisa dengan berbagai cara. Salah satunya yang terlihat dari emak-emak yang kompak mencuci di Museum Musik Indonesia (MMI) yang berada di Kota Malang, Senin, (22/4) siang tadi.

Eits, namun kali ini, sekumpulan wanita ini bukan mencuci baju atau piring. Namun, mereka secara sukarela membersihkan koleksi piringan hitam dari museum yang terletak di Jalan Nusakambangan, Kasin, Kota Malang ini.

MMI Kota Malang sendiri memiliki koleksi sampai 200 piringan hitam yang bervariasi mulai tahun 1957 hingga 1985 dari musisi di seluruh Indonesia.

“Hari ini, spesial memperingati Hari Kartini, ratusan piringan hitam kami dicuci oleh para ibu-ibu yang terdiri dari beberapa komunitas perempuan di Kota Malang,” sebut Ketua MMI Kota Malang, Hengky Kurniawan.

Selain untuk melestarikan piringan hitam sebagai ‘Harta Karun’ musik, kegiatan ini juga untuk mengapresiasi para musisi, khususnya semua musisi perempuan yang pernah mewarnai blantika musik Indonesia.



“Piringan hitam ini merupakan koleksi yang langka dan ini harus dilestarikan agar suaranya tetap jernih ketika diputar. Kami merasa senang dengan peran aktif para wanita ini untuk turut melestarikan piringan hitam,” ujarnya.

Piringan hitam yang dirawat harus bersih dari debu dan noda sebelum akhirnya bisa dicuci menggunakan detergen dan dibilas menggunakan air bersih.

Sekadar informasi, piringan hitam terakhir yang diproduksi di Indonesia berkisar tahun 1985. Usai tahun tersebut, Indonesia sudah tidak lagi memproduksi piringam hitam karena beralihnya piringan hitam ke kaset.

“Kami harap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan tiap tahun, khususnya saat Hari Kartini. Dengan merawat ini, kita akan bisa membuktikan ke anak cucu kita kelak bahwa Indonesia pernah juga memiliki seniman musik ataupun musisi perempuan yang berjaya di era-nya masing-masing,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia