Elvira Chrisdia Renica Raih Nilai Sempurna UNBK Berkat Seimbangkan Otak dengan Musik

Tak semua siswa bisa meraih prestasi seperti Elvira Chrisdia Renica. Gadis 17 tahun ini mampu meraih nilai matematika dengan sempurna pada ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Kuncinya adalah dia mampu menjaga keseimbangan kerja otak dengan musik dan soal.

PANTANG MENYERAH: Elvira Chrisdia Renica saat difoto di halaman SMAN 1 Batu, kemarin (9/5).

DIAN KRISTIANA

Santai. Juga ramah. Inilah kesan pertama yang tampak dari Elvira Chrisdia Renica, peraih nilai 100 ujian nasional berbasis komputer (UNBK) matematika SMA, saat ditemui di SMAN 1 Batu, kemarin (9/5).

Gadis kelahiran 15 Agustus 1999 ini biasa belajar sambil mendengarkan musik. Bahkan, gadis 17 tahun ini mengaku sulit konsentrasi jika belajar tanpa ditemani musik. Jenis musiknya juga beragam, seperti pop, rock dan RnB (Rhythm and Blues).

Hal ini dia lakukan agar otaknya seimbang; otak kirinya untuk mengerjakan soal, sementara otak kanannya diberi hiburan musik. ”Kalau nggak ada musik, sulit ngerjakan soal (latihan UNBK),” kata Elvira Chrisdia Renica kepada Jawa Pos Radar Batu.

Selain belajar dengan iringan musik, Elvira juga suka belajar sendiri daripada belajar berkelompok. Hal ini biasa dia lakukan tiap pulang sekolah. ”Cuma sekitar satu jam waktunya,” imbuh anak pasangan Wiwid Haryono dan Kartika Sari ini.

Tak hanya itu, Elvira juga tertantang untuk mengerjakan soal yang dianggap sulit oleh temannya, terutama soal matematika. Saat dia mampu mengerjakan dengan benar, ada kepuasan sendiri yang dia rasakan.

Apalagi guru pengajarnya, Aris Eko Kurniawan, juga punya cara-cara tak biasa dalam menyelesaikan soal matematika. Gurunya itu selalu mengajarkan rumus-rumus yang rumit menjadi lebih sederhana.

”Matematika kan ilmu pasti, jadi pasti ada jawaban (yang benar),” terang gadis yang tinggal di Jalan Brantas Gang 1 No 122, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, ini.

Dengan mendapatkan nilai sempurna tersebut, Elvira mendapatkan hadiah dari Pemerintah Kota Batu. Yaitu studi banding ke Singapura. Perlu diketahui, Pemkot Batu beberapa tahun terakhir ini memberikan hadiah bagi siswa berprestasi untuk studi banding ke luar negeri. “(karena meraih nilai sempurna) Saya dapat tiket gratis ke Singapura,” ungkap siswi kelas XII IPS 4 SMAN 1 Batu ini.

Padahal, Elvira mengaku sempat benci dengan matematika. Hal itu terjadi saat dia kelas I hingga V di SDN Sisir 05. Sebab rasa tak sukanya itu, nilai matematikanya hanya 50-70 tiap semester.

Namun, semua ini berubah saat dia kelas VI SD. Hal itu membuat Elvira selalu masuk tiga besar di kelas saat SMA. ”Wakttu kelas VI (SD) gurunya sabar dan telaten ngajari rumus-rumus yang sulit. Namanya Bu Nar (guru pengajar matematika di kelas VI),” terangnya.

Ke depan, Elvira ingin melanjutkan kuliah di Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang (UM). Namun, dia juga berharap bisa masuk dengan jalur prestasi alias tanpa tes. ”Ingin jadi guru (akuntansi). Mudah-mudahan diterima di UM tanpa tes,” harap alumnus SDN Sisir 05 ini. (*/c1/im)

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Imam N
Fotografer: Dian Kristiana