Elpiji 3kg Langka, Ternyata ini Penyebabnya..

MALANG KOTA – Teka-teki penyebab kelangkaan stok elpiji 3 kilogram mulai terjawab. Yakni, karena banyaknya kalangan menengah ke atas yang memborongnya sehingga warga miskin kesulitan mendapat elpiji melon tersebut.

Khoiri (bukan nama sebenarnya) misalnya, sengaja membeli beberapa tabung elpiji 3 kilogram untuk produksi makanan olahan di rumahnya, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.

Biasanya, pengusaha sekaligus karyawan swasta itu hanya membeli satu tabung gas untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. ”Kalau ada aturan yang tidak memperbolehkan (menggunakan elpiji 3 kilogram), ya kami siap beralih ke elpiji nonsubsidi,” kata karyawan swasta dengan pendapatan rata-rata Rp 6 juta per bulan itu.

Dia mengungkapkan, banyak teman-temannya sesama pengusaha kuliner yang menggunakan elpiji 3 kilogram. Itu dilakukan karena bisa menekan biaya produksi jika dibanding menggunakan elpiji 12 kilogram.

Seperti diberitakan, warga Malang sempat kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. Biasanya mereka bisa mendapatkan elpiji dengan mudah di pedagang-pedagang kecil. Belakangan, pedagang itu tak memiliki stok alias mengalami kekosongan. Kelangkaan itu dirasakan warga selama delapan hari, yakni 1–8 Desember lalu.

Sekretaris DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Hiswana Migas Malang Totok Soekardjito menyatakan, pihaknya bakal menambah pasokan elpiji 3 kilogram. ”Kami dari PT Pertamina sudah menyiapkan 66.640 tabung per hari. Normalnya kan 33.320 tabung per hari,” ujar Totok kemarin.

Penambahan pasokan dilakukan untuk menanggulangi kelangkaan elpiji. Selain itu, juga mengantisipasi ancaman kelangkaan elpiji pada momen tertentu. Misalnya perayaan Natal dan Tahun Baru yang diprediksi kebutuhan elpiji meningkat.

Mengenai penyebab kelangkaan elpiji, Totok mengindentifikasi ada pembelian tidak wajar dari konsumen. ”Mungkin masyarakat panik (khawatir tidak kebagian elpiji) sehingga melakukan pembelian tidak wajar. Misalnya yang seminggu hanya beli satu tabung, kini beli dua hingga tiga tabung buat cadangan,” sambungnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Moch. Anton juga menanggapi kelangkaan elpiji. Dia sudah menginstruksikan bawahannya agar mengantisipasi kelangkaan pada momen penting, misalnya Natal. Itu karena dia meyakini kelangkaan elpiji bisa memicu konflik sosial. ”Tidak boleh sampai terjadi itu (konflik sosial),” tegasnya. (jaf/c2/dan)