Ekspansi Tiga Kampus Makin Serius

KEPANJEN – Wacana ekspansi beberapa perguruan tinggi ke wilayah Kabupaten Malang sudah di depan mata. Teranyar, Universitas Islam Malang (Unisma) dikabarkan bakal segera memulai pembangunan kampus keduanya di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.

Camat Karangploso Dyah Ekawati Nicotiana menyampaikan bila saat ini proses pembebasan lahan seluas 40 hektare yang diajukan pihak Unisma sudah hampir tuntas.

”Perkiraannya awal tahun depan sudah mulai dilaksanakan pembangunan fisiknya. Sekarang mereka (Unisma) sedang menuntaskan pengurusan izin serta perubahan status lahan,” kata Dyah.

Dari segi lokasi, mantan camat Turen itu menuturkan bahwa kawasan kampus II Unisma relatif strategis. Daerahnya merupakan lahan kering dan hanya berjarak 1,5 kilometer dari wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

Untuk membuka akses menuju kampus baru tersebut, Dyah menuturkan bahwa pihak Unisma juga akan membuka jalur baru. Masyarakat sekitar, masih kata dia, juga sudah mengetahui bahwa lahan tersebut akan dibangun menjadi kawasan perguruan tinggi.

”Banyak juga pendatang yang sudah mulai membeli lahan di sekitarnya (kampus), mereka mulai menangkap peluang di sana,” kata Dyah.

Terpisah, Bupati Malang H.M. Sanusi menuturkan bahwa pihaknya juga telah menerima laporan rencana ekspansi perguruan tinggi di wilayah Desa Ngenep tersebut.

”Ya, ini bagian dari upaya agar pembangunan di Kabupaten Malang ini bisa merata. Kalau sebelumnya di Kecamatan Dau ada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Nah, di Karangploso ini nanti akan dibangun oleh Unisma.” kata Sanusi.

Bukan hanya di Karangploso, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menuturkan bahwa ekspansi perguruan tinggi juga akan dilakukan di Kecamatan Kepanjen.

”Di Kepanjen sekarang Universitas Brawijaya juga sedang dalam proses mencari lahan yang cocok, yang disampaikan Pak Rektor (UB) lahan yang dibutuhkan 250 hektare,” kata Sanusi.

Pria berusia 59 tahun itu pun berkomitmen untuk mendukung rencana ekspansi tersebut dengan program hibah lahan. ”Mungkin nanti ada 20 sampai 30 hektare yang akan bisa kami hibahkan dari lahan eks tanah bengkok di Kecamatan Kepanjen,” jelas dia.

Sementara itu, dari aspek tata ruang, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM memastikan bila lahan yang hendak dijadikan lokasi perguruan tinggi tersebut bukan lahan produktif.

”Untuk Unisma kemarin sudah melalui tahap audiensi dengan bupati sehingga kami sudah memberikan kuasa pembebasan lahan,” jelas dia.

Di samping pembangunan kampus di Karangploso tersebut, nantinya juga tidak akan 100 persen diperuntukkan untuk bangunan.

”Ada juga yang disiapkan menjadi laboratorium perkebunan, pertanian, dan percontohan di bidang agrarian sehingga setelah kami mempertimbangkan masih memungkinkan untuk dibangun kampus di Karangploso,” bebernya.

Apa diperlukan peraturan khusus terkait dengan pembangunan kampus di Kecamatan Karangploso? Wahyu menuturkan bahwa hal tersebut tidak dibutuhkan.

”Sudah tertuang peruntukan lahannya dalam rencana detail tata ruang kabupaten/kota (RDTRK) dan recana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Malang, jadi tidak ada masalah,” tutup Wahyu. 

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya