Sejak 2015, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang makin berkembang. Bisnis bidang desain, fashion, maupun film kian pesat. Banyak pengusaha kreatif yang getol mengenalkan produk asli Malang.

Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) Vicky Arief Herinadharma SKom menyatakan, iklim pengusaha kreatif sedang bergairah dan perlu perhatian lebih serius dari para stakeholder terkait. ”Ada tiga stakeholder yang bisa bekerja sama dengan pengusaha ekonomi kreatif,” kata Vicky.

Pertama, pemerintah sebagai pemegang kekuasaan dan pemegang aturan daerah. Kedua, media, dan ketiga, komunitas atau organisasi masyarakat yang bisa diajak bekerja sama. ”Tanpa ketiga unsur tersebut, susah bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis,” jelas Vicky.

Saat ini saja, arus pertumbuhan pelaku usaha sangat beragam dan sangat tinggi. Potensi ini jika tidak diwadahi bisa berpengaruh pada pendapatan Kota Malang. ”Iklim bisnis pengusaha ekonomi kreatif ini cukup memberi pengaruh. Mengapa, karena ekonomi kreatif terkoneksi langsung dengan generasi yang lebih muda,” ujarnya.

Saat ini, Vicky menyebut generasi milenial bukan lagi menjadi konsumen. Namun, hampir 45 persen generasi milenial ini sudah terjun menjadi pelaku usaha ekonomi kreatif. ”Saran bagi pemerintah, bisa terus satu integritas dengan pelaku bisnis, dan bisa menetapkan aturan berkaitan dengan ekonomi kreatif,” tambahnya lagi.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menygatakan, langkah Pemkot Malang membentuk Komite Ekonomi Kreatif jadi awal kebangkitan pengusaha ekonomi kreatif. ”Agar tidak sekadar terbentuk, kami dan pemkot selalu buat program ekokreatif,” kata dia.

Pewarta : Sandra
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntolib
Foto : Bayu Eka Novanta