22.8 C
Malang
Senin, April 8, 2024

Di Malang, Dahlan Iskan Ingatkan Pengusaha agar Waspadai Tahun Politik

MALANG-Di hadapan ratusan anggota Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan pandangannya soal kelangsungan pengusaha kecil di tahun politik.

Dikatakan bahwa pengusaha kecil agar mampu bertahan dalam pandemi Covid-19 ini adalah dengan lebih mengedepankan produktivitas penjualan ketimbang sibuk melakukan marketing.  “Jadi yang dilakukan jualan, jualan, dan jualan. Bukan marketing dan marketing. Intinya di masa pandemi ini, harus bisa jualan sehingga bisa menghasilkan,” jelasnya. Dahlan, yang juga Founder Disway sekaligus entrepreneur dan sociopreneur  ini, mengatakan bahwa berbisnis itu harus fokus seperti merawat bayi, dirawat siang dan malam. Inilah tantangannya karena naluri birahi politik itu luar biasa,” jelasnya.

Diketahui seminar yang digelar secara hybrid ini, terlaksana berkat kolaborasi dengan Inkubasi Bisnis Teknologi Universitas Negeri Malang (Inbistek UM). Acara seminar bertajuk “Starting Small to Growing Bigger”, di laksanakan di Kampus Univeritas Negeri Malang, Kamis (31/3/2022).

Dalam rangkaian acara juga mengundang Honorary Founding Chairman Indonesia Marketing Assosiasion (IMA) Hermawan Kartajaya, Master Trainer Grounded Business Coaching Fahmi, dan Owner PT Empat Sembilan Nusantara Muda (dimsum 49) Muhammad Kautsar.

Baca Juga:  Jadi Kado Hari Kemerdekaan, PLN Beri Promo Super Merdeka

Dalam kesempatannya, Dahlan Iskan juga mengatakan bahwa banyak bisnis tak bisa maju karena terlalu banyak pengusaha memikirkan hal yang tak ada hubungannya dengan bisnis. “Saya hanya akan menyampaikan satu hal saja mengenai musuh pengusaha kecil sehingga tidak bisa menjadi besar. Musuhnya adalah politik, lebih jelasnya lagi, menjadi tim sukses,” kata Dahlan.

Terpisah, Dahlan Iskan mengaku senang sekaligus prihatin mendengar diskusi dan curhatan dari beberapa pebisnis di Malang. Dirinya merasa sedih mendengar ada pebisnis yang “dipalak” oleh suatu instansi hukum. “Prihatin, gimana pebisnis Indonesia berkembang dimintai uang seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini merupakan tahun politik dengan godaan menjadi tim sukses yang luar biasa besar. Pengusaha akan jatuh jika terjerumus menjadi tim sukses dalam politik. “Pengusaha kecil kalau tergoda menjadi tim sukses, maka itu tanda-tanda dia tidak akan berhasil dalam bisnisnya,” ucapnya. Dia mengakui, godaan menjadi tim sukses sangat menggiurkan. Namun dia menyakini, kegiatan tim sukses 100 persen bertolak belakang dengan kegiatan bisnis sehingga dia menilai politik adalah musuh utama pengusaha kecil.

Baca Juga:  Penjualan Merchandise Arema Lesu, Sehari Hanya Lima Jersey yang Laku

Dalam kesempatan itu, peserta seminar yang teridiri dari pebisnis, pegiat UMKM, dosen, dan mahasiswa itu terlihat turut aktif berdiskusi dengan pembicara. Salah satunya pebisnis bahan baku pakan ternak Setiyono Alyoyok. Dengan menghadiri acara tersebut dan bertemu pebisnis lain, kata Setiyono, membuat dia merasa punya ruang untuk berdiskusi. “Serasa punya spirit (semangat) baru dalam berbisnis,” ujar dokter hewan itu. Selain itu dia merasa senang dapat meminta saran secara langsung kepada Dahlan Iskan mengenai misinya mewujudkan swasembada pangan ternak.

Sementara itu, melihat antusias peserta, President IMA Chapter Malang Kurniawan Muhammad mengaku cukup gembira. Hal itu menbuktikan jika orang sudah mulai optimis dan berharap kemajuan ekonomi di Malang Raya, “Saatnya ekonomi kita bangkit. Adanya acara ini saya harap bisa membangkitkan semangat pebisnis khusunya di Malang,” tutupnya. (rb5/mas)

 

 

MALANG-Di hadapan ratusan anggota Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan pandangannya soal kelangsungan pengusaha kecil di tahun politik.

Dikatakan bahwa pengusaha kecil agar mampu bertahan dalam pandemi Covid-19 ini adalah dengan lebih mengedepankan produktivitas penjualan ketimbang sibuk melakukan marketing.  “Jadi yang dilakukan jualan, jualan, dan jualan. Bukan marketing dan marketing. Intinya di masa pandemi ini, harus bisa jualan sehingga bisa menghasilkan,” jelasnya. Dahlan, yang juga Founder Disway sekaligus entrepreneur dan sociopreneur  ini, mengatakan bahwa berbisnis itu harus fokus seperti merawat bayi, dirawat siang dan malam. Inilah tantangannya karena naluri birahi politik itu luar biasa,” jelasnya.

Diketahui seminar yang digelar secara hybrid ini, terlaksana berkat kolaborasi dengan Inkubasi Bisnis Teknologi Universitas Negeri Malang (Inbistek UM). Acara seminar bertajuk “Starting Small to Growing Bigger”, di laksanakan di Kampus Univeritas Negeri Malang, Kamis (31/3/2022).

Dalam rangkaian acara juga mengundang Honorary Founding Chairman Indonesia Marketing Assosiasion (IMA) Hermawan Kartajaya, Master Trainer Grounded Business Coaching Fahmi, dan Owner PT Empat Sembilan Nusantara Muda (dimsum 49) Muhammad Kautsar.

Baca Juga:  Peringati TB Day,Sutiaji Ingatkan Perlunya Miliki Pola Hidup Bersih dan Sehat

Dalam kesempatannya, Dahlan Iskan juga mengatakan bahwa banyak bisnis tak bisa maju karena terlalu banyak pengusaha memikirkan hal yang tak ada hubungannya dengan bisnis. “Saya hanya akan menyampaikan satu hal saja mengenai musuh pengusaha kecil sehingga tidak bisa menjadi besar. Musuhnya adalah politik, lebih jelasnya lagi, menjadi tim sukses,” kata Dahlan.

Terpisah, Dahlan Iskan mengaku senang sekaligus prihatin mendengar diskusi dan curhatan dari beberapa pebisnis di Malang. Dirinya merasa sedih mendengar ada pebisnis yang “dipalak” oleh suatu instansi hukum. “Prihatin, gimana pebisnis Indonesia berkembang dimintai uang seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini merupakan tahun politik dengan godaan menjadi tim sukses yang luar biasa besar. Pengusaha akan jatuh jika terjerumus menjadi tim sukses dalam politik. “Pengusaha kecil kalau tergoda menjadi tim sukses, maka itu tanda-tanda dia tidak akan berhasil dalam bisnisnya,” ucapnya. Dia mengakui, godaan menjadi tim sukses sangat menggiurkan. Namun dia menyakini, kegiatan tim sukses 100 persen bertolak belakang dengan kegiatan bisnis sehingga dia menilai politik adalah musuh utama pengusaha kecil.

Baca Juga:  Usung Spirit Perubahan, Telkomsel Luncurkan Logo Baru

Dalam kesempatan itu, peserta seminar yang teridiri dari pebisnis, pegiat UMKM, dosen, dan mahasiswa itu terlihat turut aktif berdiskusi dengan pembicara. Salah satunya pebisnis bahan baku pakan ternak Setiyono Alyoyok. Dengan menghadiri acara tersebut dan bertemu pebisnis lain, kata Setiyono, membuat dia merasa punya ruang untuk berdiskusi. “Serasa punya spirit (semangat) baru dalam berbisnis,” ujar dokter hewan itu. Selain itu dia merasa senang dapat meminta saran secara langsung kepada Dahlan Iskan mengenai misinya mewujudkan swasembada pangan ternak.

Sementara itu, melihat antusias peserta, President IMA Chapter Malang Kurniawan Muhammad mengaku cukup gembira. Hal itu menbuktikan jika orang sudah mulai optimis dan berharap kemajuan ekonomi di Malang Raya, “Saatnya ekonomi kita bangkit. Adanya acara ini saya harap bisa membangkitkan semangat pebisnis khusunya di Malang,” tutupnya. (rb5/mas)

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/