23.7 C
Malang
Rabu, Februari 14, 2024

Penjualan Sepeda Motor Listrik Melejit

Sambut Rencana Subsidi, Toko dan Dealer Baru Bermunculan

MALANG KOTA – Ekosistem sepeda motor listrik di Malang mulai menggeliat. Toko-toko yang menjual kendaraan tanpa bahan bakar minyak (BBM) pun terus bermunculan. Penjualan mereka melejit setelah terjadi kenaikan harga BBM yang menembus angka 30 persen pada September 2022 lalu. Rencana pemberian subsidi Rp 8 juta untuk tiap pembelian unit motor listrik dan Rp 5 juta untuk konversi mesin diyakini semakin mendongkrak penjualan.

Saat ini, untuk membeli sepeda motor listrik sudah sangat mudah. Toko-toko yang menyediakannya sudah tersebar di berbagai wilayah Kota Malang. Bahkan pembelian secara online pun bisa dilakukan. Pilihan harganya juga bervariasi.

Seolah mengiringi program pemerintah yang mematok target penjualan 6 juta motor listrik hingga 2025. Di situs pencarian Google ada sekitar 6 gerai yang menjual sepeda motor listrik di Kota Malang. Di situs e-niaga Shopee tersedia 8 gerai, sementara Tokopedia 2 gerai. Khusus untuk gerai online, alamatnya tersebar berada di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Perizinan untuk penjualan motor-motor listrik itu belum diatur secara spesifik. Masih membaur dengan izin penjualan motor konvensional. Misalnya di Kota Malang. Tahun ini, jumlah toko atau dealer baru yang menjual sepeda motor tercatat ada 10 toko. ”Ini meliputi perdagangan eceran sepeda motor baru sebanyak 2 toko dan perdagangan eceran sepeda motor bekas sebanyak 8,” ujar Kepala Bidang Ekonomi, Pariwisata, Sosial, dan Budaya Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Bambang Nurmawan.

Tidak disebutkan secara khusus dealer mana yang menjual sepeda motor listrik. Ekosistem sepeda motor listrik diprediksi akan meningkat signifikan tahun depan. Yakni saat pemerintah memberlakukan subsidi untuk tiap pembelian sepeda motor listrik baru maupun konversi dari sepeda motor bermesin konvensional ke mesin listrik. Apalagi rencana pemberian subsidi itu ditingkatkan dari skema awal. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan subsidi Rp 6,5 juta untuk setiap pembelian unit sepeda motor listrik. Namun awal bulan ini muncul kabar baru bahwa besarnya subsidi itu dinaikkan menjadi Rp 8 juta untuk pembelian unit baru. Sedangkan untuk konversi diberi subsidi sebesar Rp 5 juta.

Baca Juga:  Pacu DPK, BNI Syariah Geber Program Merdeka Berhasanah

Kabar itu disambut baik para penjual sepeda motor listrik di Kota Malang. Store Manager Mitra Sejati E-Bike Robby Irawan sangat yakin, subsidi itu akan mendorong angka penjualan. ”Akan semakin banyak orang yang berminat karena harganya semakin terjangkau,” ujar Robby. Sepeda motor listrik yang dijual di dealer tersebut memiliki rentang harga yang cukup lebar. Mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 18 juta, belum termasuk pengurusan pelat nomor polisi. Untuk pengurusan pelat nomor polisi bisa membutuhkan tambahan dana Rp 2,5 juta hingga Rp 2,8 juta. Roby menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih menjual produksi dan rakitan luar negeri.

Misalnya, U-Winfly T3 dan BF-V7 Goodrich.. Dia belum mengetahui apakah subsidi dari pemerintah akan diberikan merata. Termasuk untuk unit yang harganya terbilang sangat terjangkau. Yang pasti, lanjutnya, penjualan sepeda motor listrik sudah mengalami peningkatan sejak terjadi rentetan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pengguna motor mulai memperhitungkan sisi hemat sepeda motor listrik dibanding motor BBM. ”Saat ini jumlah pesanan sepeda motor listrik sudah menyamai pembelian sepeda listrik,” terangnya. Dia mencontohkan penjualan sepeda motor di dealernya sepanjang tahun ini yang mencapai 525 unit. Khusus untuk yang merek U-Winfly bahkan mencapai 350 unit. ”Bulan November saja penjualan kami mencapai 100 unit sepeda dan motor listrik,” ungkapnya. Hal serupa diungkapkan Kepala Toko Selis Center Malang Rahmad Wijaya. Menurutnya, penjualan motor listrik naik setiap bulan. Bahkan dealer motor yang baru buka pada Mei 2022 itu mampu menjual lebih dari 100 unit sepeda motor listrik selama tiga bulan terakhir. ”Penjualan meningkat drastis sejak Oktober lalu, saat terjadi kenaikan harga BBM. Dalam satu bulan bisa laku 20 unit motor listrik. Awal Desember malah laku 30 unit,” ungkap Rahmad.

Baca Juga:  Opsi Relokasi Malang Plaza Mulai Dikaji

Dia menyambut baik rencana pemberian subsidi pembelian motor listrik meski belum tahu detail regulasinya. Apakah yang mendapat subsidi itu hanya motor listrik yang dirakit di Indonesia dengan onderdil lokal, atau termasuk yang produk impor dan dirakit di Indonesia. ”Untuk saat ini, kami masih menjual produk dengan impor yang dirakit di Indonesia, ” tandas Rahmad. Dukungan PLN Peningkatan ekosistem sepeda motor listrik juga mendapat respons dari PT PLN (Persero).

Mereka menyiapkan infrastruktur charging station dan konversi motor dari mesin konvensional ke mesin listrik. Manajer PLN UP3 Malang Miftachul Farqi Faras menjelaskan, charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru tersedia di Kantor PLN UP3 Malang. Namun pihaknya sedang melakukan koordinasi agar charging station bisa dipasang di fasilitas publik. Salah satunya di Mini Block Office Balai Kota Malang. Charger yang bakal dipasang di Balai Kota Malang bisa jadi sama dengan charger di Kantor PLN UP3 Malang.

Yakni, menggunakan tipe fast charging atau pengisian cepat. Saat ini, PLN memiliki charger yang berdaya 80 kilowatt (kW) dengan lama pengisian hanya 30 menit. Untuk Kota Batu dan Kabupaten Malang, Farqi masih menyusun rencana. Dia memperkirakan pembahasan dengan dua kepala daerah itu dilakukan tahun depan. Pada salah satu gerai motor listrik, yakni Mitra Sejati E-Bike, juga akan dipasang swap baterai. Ini merupakan metode pembelian baterai motor listrik dengan cara menukar baterai yang sudah habis dengan baterai baru untuk pengguna motor smooth. Sementara untuk konversi motor listrik, Farqi mengatakan peminatnya belum banyak. Per September 2022 baru sekitar 10 orang yang melakukan konversi. (mel/kr1/fat)

Sambut Rencana Subsidi, Toko dan Dealer Baru Bermunculan

MALANG KOTA – Ekosistem sepeda motor listrik di Malang mulai menggeliat. Toko-toko yang menjual kendaraan tanpa bahan bakar minyak (BBM) pun terus bermunculan. Penjualan mereka melejit setelah terjadi kenaikan harga BBM yang menembus angka 30 persen pada September 2022 lalu. Rencana pemberian subsidi Rp 8 juta untuk tiap pembelian unit motor listrik dan Rp 5 juta untuk konversi mesin diyakini semakin mendongkrak penjualan.

Saat ini, untuk membeli sepeda motor listrik sudah sangat mudah. Toko-toko yang menyediakannya sudah tersebar di berbagai wilayah Kota Malang. Bahkan pembelian secara online pun bisa dilakukan. Pilihan harganya juga bervariasi.

Seolah mengiringi program pemerintah yang mematok target penjualan 6 juta motor listrik hingga 2025. Di situs pencarian Google ada sekitar 6 gerai yang menjual sepeda motor listrik di Kota Malang. Di situs e-niaga Shopee tersedia 8 gerai, sementara Tokopedia 2 gerai. Khusus untuk gerai online, alamatnya tersebar berada di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Perizinan untuk penjualan motor-motor listrik itu belum diatur secara spesifik. Masih membaur dengan izin penjualan motor konvensional. Misalnya di Kota Malang. Tahun ini, jumlah toko atau dealer baru yang menjual sepeda motor tercatat ada 10 toko. ”Ini meliputi perdagangan eceran sepeda motor baru sebanyak 2 toko dan perdagangan eceran sepeda motor bekas sebanyak 8,” ujar Kepala Bidang Ekonomi, Pariwisata, Sosial, dan Budaya Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Bambang Nurmawan.

Tidak disebutkan secara khusus dealer mana yang menjual sepeda motor listrik. Ekosistem sepeda motor listrik diprediksi akan meningkat signifikan tahun depan. Yakni saat pemerintah memberlakukan subsidi untuk tiap pembelian sepeda motor listrik baru maupun konversi dari sepeda motor bermesin konvensional ke mesin listrik. Apalagi rencana pemberian subsidi itu ditingkatkan dari skema awal. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan subsidi Rp 6,5 juta untuk setiap pembelian unit sepeda motor listrik. Namun awal bulan ini muncul kabar baru bahwa besarnya subsidi itu dinaikkan menjadi Rp 8 juta untuk pembelian unit baru. Sedangkan untuk konversi diberi subsidi sebesar Rp 5 juta.

Baca Juga:  Priska Okto Dwi Putri Jayanti, Jebolan Ajang Show Rising Star Indonesia

Kabar itu disambut baik para penjual sepeda motor listrik di Kota Malang. Store Manager Mitra Sejati E-Bike Robby Irawan sangat yakin, subsidi itu akan mendorong angka penjualan. ”Akan semakin banyak orang yang berminat karena harganya semakin terjangkau,” ujar Robby. Sepeda motor listrik yang dijual di dealer tersebut memiliki rentang harga yang cukup lebar. Mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 18 juta, belum termasuk pengurusan pelat nomor polisi. Untuk pengurusan pelat nomor polisi bisa membutuhkan tambahan dana Rp 2,5 juta hingga Rp 2,8 juta. Roby menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih menjual produksi dan rakitan luar negeri.

Misalnya, U-Winfly T3 dan BF-V7 Goodrich.. Dia belum mengetahui apakah subsidi dari pemerintah akan diberikan merata. Termasuk untuk unit yang harganya terbilang sangat terjangkau. Yang pasti, lanjutnya, penjualan sepeda motor listrik sudah mengalami peningkatan sejak terjadi rentetan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pengguna motor mulai memperhitungkan sisi hemat sepeda motor listrik dibanding motor BBM. ”Saat ini jumlah pesanan sepeda motor listrik sudah menyamai pembelian sepeda listrik,” terangnya. Dia mencontohkan penjualan sepeda motor di dealernya sepanjang tahun ini yang mencapai 525 unit. Khusus untuk yang merek U-Winfly bahkan mencapai 350 unit. ”Bulan November saja penjualan kami mencapai 100 unit sepeda dan motor listrik,” ungkapnya. Hal serupa diungkapkan Kepala Toko Selis Center Malang Rahmad Wijaya. Menurutnya, penjualan motor listrik naik setiap bulan. Bahkan dealer motor yang baru buka pada Mei 2022 itu mampu menjual lebih dari 100 unit sepeda motor listrik selama tiga bulan terakhir. ”Penjualan meningkat drastis sejak Oktober lalu, saat terjadi kenaikan harga BBM. Dalam satu bulan bisa laku 20 unit motor listrik. Awal Desember malah laku 30 unit,” ungkap Rahmad.

Baca Juga:  Jadwal Uji Coba Satu Arah Masih Abu-Abu

Dia menyambut baik rencana pemberian subsidi pembelian motor listrik meski belum tahu detail regulasinya. Apakah yang mendapat subsidi itu hanya motor listrik yang dirakit di Indonesia dengan onderdil lokal, atau termasuk yang produk impor dan dirakit di Indonesia. ”Untuk saat ini, kami masih menjual produk dengan impor yang dirakit di Indonesia, ” tandas Rahmad. Dukungan PLN Peningkatan ekosistem sepeda motor listrik juga mendapat respons dari PT PLN (Persero).

Mereka menyiapkan infrastruktur charging station dan konversi motor dari mesin konvensional ke mesin listrik. Manajer PLN UP3 Malang Miftachul Farqi Faras menjelaskan, charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru tersedia di Kantor PLN UP3 Malang. Namun pihaknya sedang melakukan koordinasi agar charging station bisa dipasang di fasilitas publik. Salah satunya di Mini Block Office Balai Kota Malang. Charger yang bakal dipasang di Balai Kota Malang bisa jadi sama dengan charger di Kantor PLN UP3 Malang.

Yakni, menggunakan tipe fast charging atau pengisian cepat. Saat ini, PLN memiliki charger yang berdaya 80 kilowatt (kW) dengan lama pengisian hanya 30 menit. Untuk Kota Batu dan Kabupaten Malang, Farqi masih menyusun rencana. Dia memperkirakan pembahasan dengan dua kepala daerah itu dilakukan tahun depan. Pada salah satu gerai motor listrik, yakni Mitra Sejati E-Bike, juga akan dipasang swap baterai. Ini merupakan metode pembelian baterai motor listrik dengan cara menukar baterai yang sudah habis dengan baterai baru untuk pengguna motor smooth. Sementara untuk konversi motor listrik, Farqi mengatakan peminatnya belum banyak. Per September 2022 baru sekitar 10 orang yang melakukan konversi. (mel/kr1/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/