28.8 C
Malang
Senin, Februari 12, 2024

Dirut BRI Ajak UMKM Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Nasional Kamis (12/08) lalu, Direktur Utama BRI Sunarso mengajak pelaku UMKM untuk menjadi lokomotif penggerak di tengah momentum kebangkitan ekonomi nasional. Sunarso mengungkapkan, sinergi dengan UMKM merupakan kunci agar Indonesia dapat segera bangkit.

Pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan yang berat kepada UMKM. “Oleh karena itu, mari kita saling berkolaborasi dan bersinergi untuk membuat UMKM Indonesia mampu melampaui berbagai tantangan baik yang disebabkan pandemi, maupun tantangan lainnya. Sehingga UMKM ke depan tidak hanya mampu tumbuh tapi juga semakin tangguh sehingga dapat bertumbuh berkelanjutan,” imbuhnya.

BRI sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan UMKM selama pandemi terjadi. Di antaranya dengam melakukan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 dengan nilai mencapai Rp 175,16 triliun hingga akhir Juni 2021. Selain itu, hingga akhir Juni 2021 BRI juga terus menyalurkan kredit kepada segmen UMKM dengan nominal mencapai Rp 749 triliun atau setara dengan 80,62 persen total kredit BRI. “Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus ditingkatkan dan BRI menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85 persen pada tahun 2025”, ungkapnya.

Baca Juga:  Penjualan ORI 021 Capai Rp3 Triliun, BRI Sukses Rangkul Ribuan Investor

Sunarso menambahkan, menghadapi dampak pandemi ini, BRI telah melakukan restrukturisasi kredit UMKM yang akumulasinya telah mencapai Rp 231,5 triliun kepada lebih dari 3 juta nasabah. Sekitar Rp 50 triliun di antaranya telah pulih kembali dan yang benar-benar gagal sekitar Rp 1,6 triliun.

“Terhadap kredit yang gagal tersebut, BRI telah mengelolanya dengan sangat hati-hati dengan memiliki cadangan lebih dari cukup sehingga tidak mengganggu kinerja BRI secara keseluruhan”, tambahnya.

Sunarso juga menjelaskan peran BRI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyaluran kredit BRI di sektor pertanian yang telah mencapai sebesar Rp 117,5 triliun atau tumbuh 12,8 persem secara tahunan dengan share 12,6 persen terhadap total kredit BRI. “Khusus pembiayaan ekosistem beras dengan Rice Mill Unit telah diberikan kepada 40.798 nasabah dengan total kredit sebesar Rp 4,1 triliun”, jelasnya.

Baca Juga:  Banyak Warga Kecele di SPBU Ini, Ternyata Sepele Penyebabnya

“Mari kita bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik ini, terutama menjaga keberlanjutan UMKM agar semakin Tangguh, memiliki kemampuan untuk naik kelas dan tumbuh secara sehat dan sustainable,” pungkas Sunarso.

Pewarta: Raoul Onley

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Nasional Kamis (12/08) lalu, Direktur Utama BRI Sunarso mengajak pelaku UMKM untuk menjadi lokomotif penggerak di tengah momentum kebangkitan ekonomi nasional. Sunarso mengungkapkan, sinergi dengan UMKM merupakan kunci agar Indonesia dapat segera bangkit.

Pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan yang berat kepada UMKM. “Oleh karena itu, mari kita saling berkolaborasi dan bersinergi untuk membuat UMKM Indonesia mampu melampaui berbagai tantangan baik yang disebabkan pandemi, maupun tantangan lainnya. Sehingga UMKM ke depan tidak hanya mampu tumbuh tapi juga semakin tangguh sehingga dapat bertumbuh berkelanjutan,” imbuhnya.

BRI sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan UMKM selama pandemi terjadi. Di antaranya dengam melakukan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 dengan nilai mencapai Rp 175,16 triliun hingga akhir Juni 2021. Selain itu, hingga akhir Juni 2021 BRI juga terus menyalurkan kredit kepada segmen UMKM dengan nominal mencapai Rp 749 triliun atau setara dengan 80,62 persen total kredit BRI. “Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus ditingkatkan dan BRI menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85 persen pada tahun 2025”, ungkapnya.

Baca Juga:  Antarkan UMKM Naik Kelas, BRI Perkuat Ekosistem Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Sunarso menambahkan, menghadapi dampak pandemi ini, BRI telah melakukan restrukturisasi kredit UMKM yang akumulasinya telah mencapai Rp 231,5 triliun kepada lebih dari 3 juta nasabah. Sekitar Rp 50 triliun di antaranya telah pulih kembali dan yang benar-benar gagal sekitar Rp 1,6 triliun.

“Terhadap kredit yang gagal tersebut, BRI telah mengelolanya dengan sangat hati-hati dengan memiliki cadangan lebih dari cukup sehingga tidak mengganggu kinerja BRI secara keseluruhan”, tambahnya.

Sunarso juga menjelaskan peran BRI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyaluran kredit BRI di sektor pertanian yang telah mencapai sebesar Rp 117,5 triliun atau tumbuh 12,8 persem secara tahunan dengan share 12,6 persen terhadap total kredit BRI. “Khusus pembiayaan ekosistem beras dengan Rice Mill Unit telah diberikan kepada 40.798 nasabah dengan total kredit sebesar Rp 4,1 triliun”, jelasnya.

Baca Juga:  Ini Strategi BRI Perkuat Transformasi Digital Empat Tahun Kedepan

“Mari kita bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik ini, terutama menjaga keberlanjutan UMKM agar semakin Tangguh, memiliki kemampuan untuk naik kelas dan tumbuh secara sehat dan sustainable,” pungkas Sunarso.

Pewarta: Raoul Onley

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/