Ekonom Sebut Jiwasraya Harus Jadi Perusahaan yang Sehat

JawaPos.com – Kasus dugaan korupsi asuransi Jiwasraya mendapatkan perhatian publik lantaran tidak dapat membayar klaim polis sebesar Rp 12,4 triliun. Ekonom senior BNI Ryan Kirmanto mengatakan bahwa jika Jiwasraya disiplin dalam membuat laporan keuangan, maka kasus tersebut tidak akan mencuat ke publik.

“Kalau market disiplin dijalankan, perbuatan yang tidak baik itu tidak akan ada,” ujar Ryan Kirmanto dalam diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1).

Menurutnya, Jiwasraya mestinya juga mengkuatkan pertahanan intenal dengan melaporkan detail seluruh pemasukan dan pengeluaran layaknya perusahaan sehat. Ryan menegaskan, jika hal itu diterapkan, maka perusahaan akan terproteksi dari orang-orang yang ingin melakukan tindak pidana korupsi.

“Pertahanan internal penting untuk mengurangi potensi kecurangan,” katanya.

Masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan pelat merah ini menunda pembayaran klaim produk asuransi Saving Plan sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018. Produk ini disalurkan melalui beberapa bank seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank QNB Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank KEB Hana, PT Bank Victoria Tbk, dan PT Bank Standard Chartered Indonesia.

Dalam surat yang beredar kala itu, Jiwasraya menyatakan pemenuhan pendanaan untuk pembayaran masih diproses. Perusahaan pun menawarkan pemegang polis untuk memperpanjang jatuh tempo (roll over) hingga satu tahun berikutnya.

Selang setahun, masalah bertambah. Jiwasraya menyampaikan kepada DPR bahwa perusahaan butuh dana Rp 32,98 triliun. Hal itu dilakukan ? demi memperbaiki permodalan sesuai ketentuan minimal yang diatur OJK atau Risk Based Capital (RBC) 120 persen.

Dari kasus ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga telah menahan lima orang terkait megaskandal dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono