Efektifkah Mengatasi Jerawat dengan Blue Light Therapy?

Efektifkah Mengatasi Jerawat dengan Blue Light Therapy? - JPNN.com

Senin, 02 September 2019 – 17:29 WIB

jpnn.com – Ketika ditanya soal bagaimana cara mengatasi jerawat, mungkin yang terpikirkan oleh sebagian orang adalah memakai krim khusus atau sering-sering mencuci wajah. Bahkan, ada pula yang mengatasi jerawat secara instan dengan cara memencetnya hingga pecah. Bagaimana dengan Anda?

Ketimbang memencet hingga pecah atau gonta-ganti perawatan kulit yang belum tentu sesuai untuk wajah, ada satu solusi yang katanya lebih efektif untuk mengatasi permasalahan jerawat, yakni dengan blue light therapy. Tahukah Anda tentang metode terapi yang satu ini?

Mengenal blue light therapy

Dilansir dari Medical News Today, blue light therapy adalah pengobatan non-invasif dengan menggunakan cahaya untuk membunuh bakteri di kulit. Cahaya tersebut mampu membunuh Propionibacterium acnes (P. acnes) yang menyebabkan jerawat, dengan efek samping yang relatif sedikit. 

Kabar baiknya lagi, blue light therapy sudah mendapat persetujuan oleh Food and Drug Administration (FDA) sehingga bagi yang punya jerawat batu dan belum pernah mendapatkan terapi lain, Anda bisa melakukannya dengan tenang. Anda yang hendak mencoba metode ini untuk pertama kali disarankan untuk melakukannya secara langsung di dokter kulit, meski saat ini sudah ada yang menjual alat blue light therapy di pasaran.

Dikatakan oleh American Academy of Dermatology, blue light therapy memang menunjukkan “janji besar” untuk mengobati jerawat. Orang-orang yang sudah mencoba mengaku mengalami peningkatan kesehatan kulit yang signifikan setelah menjalani beberapa sesi terapi.

Lebih lanjut, blue light therapy tidak seperti photodynamic therapy. Sebab, pada blue light therapy, tidak ada persyaratan untuk menghindari sinar matahari setelah perawatan, tidak meninggalkan jaringan parut, dan tanpa rasa sakit.

Efektivitas blue light therapy untuk atasi jerawat

Sebuah studi dengan sampel orang-orang yang memiliki jerawat ringan hingga sedang diobati dengan blue light therapy sebanyak dua kali dalam seminggu. Hasilnya, masalah jerawat yang dialami oleh partisipan berkurang hingga 64 persen.

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA