Edan ! Duo Maling di Malang Ini Bobol 25 Rumah

MALANG KOTA – Miris, pelaku kejahatan kian menunjukkan nyalinya. Beberapa hari yang lalu, aparat penegak hukum berhasil mengamankan duo pembobol rumah. Mereka adalah Kristiwanto, warga Bareng dan Yupiter, warga Jalan Danau Bratan. Tak tanggung – tanggung, sekitar 25 rumah di Kota Malang diduga telah disatroni mereka.

AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota menyampaikan pelaku diduga bukanlah pelaku baru. Dalam aksinya, mereka mengincar rumah tak berpenghuni dengan kondisi lampu menyala di waktu siang.

“Kedua pelaku ini sengaja beraksi dengan keliling. Mereka mencari rumah kosong yang masih menyala lampunya di siang hari. Ketika di ketok tidak ada yang menjawab, mereka langsung mencongkel pintu dan mengambil barang – barang yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku telah melakukan aksi pembobolan rumah kosong sejak 2015 lalu. Kejahatannya terungkap karena adanya laporan dari masyarakat. “Informasinya dari masyarakat, pelaku menawarkan barang – barang elektronik. Masyarakat curiga jika itu adalah hasil curian, karen keduanya bekerja sebagai tukang parkir dan penjual nasi,” imbuhnya.

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan televisi, laptop, lima unit handphone, sepeda motor yang digunakan saat mencuri, emas perhiasan, jam tangan, dan sejumlah alat untuk melakukan aksinya membobol rumah.

Duo pelaku ini terakhir melakukan aksi pada pertengahan Agustus dan awal September 2018. Asfuri mengimbau, bagi masyarakat untuk waspada karena pelaku kejahatan melakukan aksi di siang hari.

“Harap selalu waspada, pelaku ini beraksi di siang hari. Hanya 5 menit saja, mereka berhasil merampas barang – barang di dalam rumah. Saya himbau pada masyarakat Kota Malang jika akan bepergian jauh untuk selalu menigipkan rumahnya kepada tetangga atau security setempat. Setidaknya mereka bisa membantu mengontrol dan menginformasikan apabila ada yang mencurigakan,” tandasnya.

Akibat perbuatan pelaku, mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina