Duterte Siap Terima Korban Genosida Myanmar

Duterte Siap Terima Korban Genosida Myanmar

Duterte, dalam pidatonya di depan petani dan pejabat pertanian di istana kepresidenan, menyentuh berbagai masalah termasuk keputusannya baru-baru ini untuk menarik diri dari Pengadilan Pidana Internasional atas keputusannya untuk membuka penyelidikan awal ke dalam perang berdarah melawan narkoba.

Komentar Duterte menimbulkan kemarahan para pejabat di Myanmar. Duterte mengungkapkan simpati kepada Rohingya dan menawarkan bantuan.

“Saya benar-benar kasihan kepada orang-orang di sana. Saya bersedia menerima pengungsi Rohingya. Saya akan membantu tetapi kita harus membaginya dengan Eropa,” ujar Duterte.

Etnis Rohingya tertindas di bawah Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi
(Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Dia juga menyebutkan ketidakmampuan masyarakat internasional untuk menyelesaikan masalah di Myanmar. “Mereka bahkan tidak bisa memecahkan masalah Rohingya. Itulah genosida, jika boleh saya katakan demikian,” kata Duterte.



Myanmar menolak penggunaan kata genosida yang sedang terjadi. Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay mengatakan, komentar Duterte tidak mencerminkan situasi sebenarnya.

“Dia tidak tahu apa-apa soal Myanmar. Perilaku yang biasa dari orang itu adalah berbicara tanpa menahan diri. Itu sebabnya dia mengatakan itu,” kata Htay.

Filipina dan Myanmar adalah anggota ASEAN yang selalu menahan kritik terhadap sesama anggota. PBB dan beberapa negara barat mengatakan bahwa Myanmar melakukan pembersihan etnis, namun Myanmar menolak tudingan itu.

Myanmar menyebut pasukan keamanannya telah melakukan operasi yang sah terhadap etnis Rohingya.


(ina/ce1/iml/trz/JPC)