Dulu Rp 118 M, Kini Rp 136 M

Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang tengah melayani peserta(15/9). Selama Januari–Agustus 2017, BPJS Ketenagakerjaan mencatat penyaluran JHT sebesar Rp 136 M, yaitu meningkat 18 M dibandingkan tahun lalu.

MALANG KOTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang mencatat angka penyaluran klaim jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp 136 miliar selama Januari–Agustus. Angka ini meningkat bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp 118 miliar.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Cahyaning Indriasari menyatakan, angka JHT yang lebih besar itu salah satunya dipicu oleh kemudahan dalam proses pencairan.

”Sekarang kan tidak perlu menunggu lama baru bisa mengajukan klaim. Sekarang, meskipun baru satu bulan menjadi pegawai sudah bisa,” ujarnya.

Sebelum tahun 2014, pengambilan klaim JHT baru bisa dilakukan oleh mereka yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun. Sedangkan masa tunggunya satu bulan.

Perempuan yang kerap disapa Naning itu menyampaikan, biasanya peserta mulai mengajukan dan mengambil klaim pada dua minggu di awal bulan. Kebanyakan, kata Naning, yang mengambil klaim justru peserta yang bekerja dengan kurun waktu kurang dari lima tahun dan masih usia produktif.



Sementara itu, peserta yang sudah berusia lanjut justru memilih tidak mengambil biaya jaminan tersebut. ”Ya, mereka lebih milih untuk menyimpannya di BPJS, karena kan (dana jaminan) akan terus bertambah setiap tahunnya,” jelasnya.

Selain itu, jika peserta pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lain, uang JHT masih bisa dilanjutkan dengan mendaftarkan ke perusahaan yang baru.

Pewarta : Fisca Tanjung
Penyunting : Indra Mufarendra
Foto: Bayu Eka