Dulu Rawa, Kini Lapangan Tembak Berkelas

Dulu, tempat ini adalah tanah kosong. Rimbun dengan tanaman semak belukar. Hewan-hewan seperti ular, ulat, tikus, dan lain-lain, menghuni tempat tersebut. Kini, tempat itu sudah berubah total.

Di tempat yang diberi nama Kampung Tentara itu ada kolam renang, ada lokasi pemancingan, ada deretan kafe-kafe, serta ada arena bermain air soft gun. Dan yang terbaru, di sana ada lapangan tembak Metal Silhoutte (Metsil) yang besok akan diresmikan Panglima Divisi Infanteri 2 (Pangdivif 2) Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto. Konon, salah satu yang terbaik di Indonesia.

Fasilitas baru untuk latihan dan lomba menembak itu diberi nama Vicadha Shooting Range (VSR). Vicadha merupakan singkatan dari Vira Cakti Yudha, moto dari kesatuan Kostrad.

Rabu lalu (12/6) Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto mengunjungi lokasi VSR.  Dia melakukan pengecekan akhir, meninjau beberapa titik, sebelum diresmikan besok. Panglima (sebutan akrab Mayjen TNI Tri Yuniarto) hari itu didampingi Kepala Staf Divif 2 Kostrad Brigjen TNI Haryanto.

Juga ikut mendampingi Asisten Operasi Kolonel Inf Jarot Suprihanto, Asisten Teritorial Kolonel Inf Erwin, Asisten Personel Letkol Inf Andre Julian, Asisten Logistik Letkol Inf Muh. Mussafag, dan Waasintel Letkol Denny Eka.

Pada kesempatan itu, panglima juga mengundang beberapa pengurus Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia) Kota Malang, yang dihadiri ketuanya Yulia Sudarman.

Panglima menanyakan kepada Yulia Sudarman, apa saja yang kurang dari lapangan tembak tersebut. “(Lapangan tembak) Ini sudah standar nasional. Bahkan bisa dikembangkan untuk standar internasional,”  kata Sudarman. Dia melanjutkan, selama ini, fasilitas untuk lomba menembak, masih sangat terbatas. “Biasanya, kalau mengadakan lomba menembak, kita menggunakan lapangan sepak bola.

Karena tidak ada tempat khusus. Dengan adanya VSR ini, kita menjadi lebih mudah melakukan pembinaan. Khususnya terhadap para atlet menembak,” jelasnya.

Pada peresmian VSR besok, panglima juga akan mengukuhkan kepengurusan Vicadha Shooting Club (VSC). Ini adalah komunitas bagi para pehobi olahraga menembak. Rabu lalu, para pengurus VSC ikut mendampingi Panglima melihat berbagai fasilitas di VSR.

Bahkan, panglima juga mencoba dengan senapan angin, beberapa sasaran tembak. “Manfaatkan, gunakan dan kelola dengan sebaik-baiknya lapangan ini,” kata panglima kepada pengurus VSC. Hadir beberapa pengurus, di antaranya Ketua Harian VSC Yusron Firmansyah dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Dalam struktur organisasi VSC, panglima sebagai pembina. Sedangkan Ketua Umum VSC adalah Asintel Divisi Infanteri 2 Kostrad Kolonel Inf Putra Widya Winanta.

Saat melakukan peninjauan, panglima terlihat sangat teliti. Misalnya, debu di jalan paving, tumpukan ban di pojok lapangan, dia meminta anggotanya untuk membersihkan dan merapikan. Begitu juga dengan asrama yang ada di samping lapangan.

Menurut dia perlu dipoles agar membuat nyaman pemandangan. Lulusan terbaik Akmil 1989 itu juga menunjukkan tank Panser Anoa di lokasi Kampung Tentara yang bisa dimanfaatkan untuk spot foto. ”Ini Anoa masih operasional lho. Panser ini bisa jadi photo booth,” ucapnya.

Panglima mengatakan, keberadaan dari lapangan tembak ini agar menjadi sarana komunikasi sambung rasa, atau silaturahmi TNI dengan masyarakat. ”Ini kami bangun untuk sarana komunikasi, sambung rasa. Kekuatan TNI-AD itu ya dengan masyarakat,” kata panglima kelahiran Bondowoso itu.

Dari informasi yang dihimpun koran ini, lapangan tembak di Kampung Tentara Singosari itu merupakan salah satu dari tiga lapangan tembak terbaik dan berkelas yang ada di Indonesia, khususnya untuk kategori senapan angin. Pertama, terdapat di Senayan. Kedua, berada di markas marinir Cilandak, dan ketiga VSR di Kampung Tentara.

Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Fajrus Shidiq
Fotografer ; Darmono