Duka Pengawas Pemilu, Mulai Keguguran Hingga Meninggal Dunia

JawaPos.com – Petugas penyelenggara maupun pengawas Pemilu terus bekerja ekstra. Mereka berupaya agar terciptanya Pemilu yang damai, adil dan bersih. Tak jarang, ada petugas yang kewalahan hingga meninggal dunia.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Riau, Gema Wahyu Adinata menuturkan, selama menjalankan tugas mengawasi Pemilu 2019 ini, tercatat ada tiga orang petugas yang mengalami musibah. Mulai dari kecelakaan, sakit karena menjalankan tugas hingga meninggal dunia.

Diantaranya, Saparuddin yang merupakan Panwaslu Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. “Dia mengalami sakit yang cukup parah sehingga harus dilakukan cuci darah dan dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” jelas Gema, Senin (21/4).

Selain Saparuddin, Ridwan yang menjabat sebagai Bendahara Panwascam Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, juga mengalami sakit. Namun, karena tak kuat menahan sakitnya itu, Ridwan meninggal dunia pada 14 April lalu usai menjalankan tugasnya.



Kabar duka terbaru, datang dari seorang ibu muda yaitu Jamalia. Ia merupakan staf Bawaslu Kabupaten Pelalawan. Ia yang sedang hamil muda terpaksa kehilangan si calon anaknya.”Dia mengalami keguguran saat melaksanakan rekap data di kabupaten. Saat ini kondisi sudah mulai membaik,” ucap Gema.

Meski begitu, Gema berharap agar kedepan ada regulasi yang mengatur tentang asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa bagi petugas penyelenggara maupun pesta demokrasi ini. Sebab, tanpa para petugas itu, Pemilu tak akan dapat berjalan lancar. “Semoga kedepannya ada regulasi yang mengatur soal itu,” imbuhnya.