Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Desa Ternyang, Ini Kronologi Menurut Suami Korban

Gila Dua Menteri Ini Dukung Para Terdakwa Pemerkosaan dan Pembunuhan!

SUMBERPUCUNG – Kasus yang terjadi di Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang Kamis, (13/5) malam benar-benar menggemparkan. Pasalnya Kepala Desa mereka, DS, sudah diduga melakukan perbuatan tindak pidana asusila pemerkosaan kepada salah satu warganya, yang juga merupakan istri dari salah satu Perangkat Desa Trenyang, anak buahnya sendiri.

Dugaan perbuatan asusila DS kepada korban W dilakukan dirumah korban sendiri, saat BS tidak berada di rumah. Gerak-gerik mencurigakan Kepala Desa yang menurut BS baru 6 bulan menjabat ini sudah terendus sejak awal.

“Petinggi mulai wingi nelponi ae, tapi omongane gak masuk akal (Kades sejak kemarin telepon terus, tapi omongannya nggak masuk akal),” ujar BS menirukan apa yang diucapkan istrinya.

Menurut BS, kejanggalan yang terjadi adalah Kepala Desa selalu menanyakan lokasi dirinya, namun ketika usai dan dijawab oleh istrinya, ia berhenti bertanya. “Dadi takon posisiku ndek endi, tapi tiap wes dijawab, yowes mari meneng wong e,(jadi ditanya posisiku dimana, setelah dijawab, orangnya diam)” lanjutnya masih menirukan perkataan W, istrinya sendiri.

Hari Kamis, (13/6) sore itu, BS ketika Kepala Desa tersebut bertamu ke rumahnya, ia sedang di Kota Malang. BS mengaku juga sempat ditelepon beberapa kali oleh DS saat perjalanan pulang.



Ia mengangkat teleponnya dan sempat ditanya berapa lama lagi perjalanan ke rumahnya di daerah Sumberpucung. “Jam 4 itu, saya dari Rampal sedang di perjalanan, ditelepon dibilangi hati-hati dijalan sama Kades itu,” tuturnya.

Pukul 16.33, ia sempat dihubungi lagi dan ditanyai sudah sampai mana perjalanannya. “Masih sampai kacuk waktu itu ya saya jawab, dan masih mau mampir di Kebonagung,” tambahnya.

DS juga bertanya apakah jalan yang dilalui macet atau tidak. “Ya tak jawab, macet, kenapa tanya-tanya, mau ke Malang ta, gitu,” lanjutnya.

Setelah Maghrib, BS pun sampai di rumah. Di sana, ia tak melihat istrinya yang biasanya menyambutnya ketika sampai di rumah. Barulah ketika di kamar, istrinya, W baru berani bercerita bahwa ia baru saja diperkosa oleh DS, Kepala Desa setempat. “Aku mari diperkosa petinggi,” singkat BS menirukan perkataan istrinya yang kala itu juga ia katakan sambil menangis sesenggukan.

Ruang tamu disebut W jadi lokasi aksi bejat DS menyalurkan aksi bejatnya itu. “Mak di rumah, petinggi datang anak-anak dimandikan di belakang. Aku mbengok-mbengok paling mak gak eroh,” lagi-lagi BS menirukan perkataan istrinya malam itu.

Kala itu, ada satu orang yang disebut W sempat masuk ke rumah. Adalah Pak Di, sebutannya. Ia sempat masuk ke rumah saat DS mencoba memperkosa W. “Mungkin dengar teriakkannya,” tandas BS. Namun, tidak selang lama, di dalam rumah ia hanya menyalami kepala desa dan pergi begitu saja.

W juga sempat memperingatkan akan salahnya perbuatan DS tersebut usai berhenti sebentar akibat masuknya Pak Di “Tapi tidak digubris, ya tetap dilakukan,” tegas BS.

Sontak begitu mendengar cerita versi lengkap dari istrinya, BS pun geram. Tak ayal, ia mencari-cari lokasi DS di seluruh Desa. “Nggak ketemu, saya ke Polres dan sebelumnya ke Polsek, saya lapor kalau di desa ada yang diperkosa, tapi nggak menyebut itu istri saya sebelumnya,” akuinya.

Usai laporan tersebut. Petugas dari Polsek Sumberpucung dan Polres Malang pun menuju Desa Ternyang untuk menjemput korban W dan terduga pelaku DS. W dijemput untuk dilakukan visum dan dimintai keterangan. Sedangkan DS juga dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang dan menghindari amukan massa.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia