Dubes Xiao Qian Dipameri Wisata Halal ala Vegetarian

MALANG KOTA Dua tokoh dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Duta Besar (Dubes) Tiongkok Xiao Qian, dan Konsulat Jenderal (Konjen) Gu Jingqi berkunjung ke Kota Malang kemarin (13/3). Mereka mampir di Balai Kota Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kehadiran dua tokoh tersebut disambut istimewa oleh para pejabat di dua lembaga tersebut. Di balai kota, rombongan disambut Forum Koordinator Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan di UMM disambut para Perwakilan Yayasan UMM di antaranya, Rektor UMM Dr H. Fauzan MPd, Ketua PWM Dr Saad Ibrahim MA, sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM, anggota BPH UMM dan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, serta Sekretaris BPH UMM Drs HA Taufiq Kusuma MAg.

Lawatan kedua tokoh Tiongkok ke Kota Malang ini termasuk istimewa. Sebab, Kota Malang merupakan kota jujukan pertama dalam rangkaian kunjungannya  di Jawa Timur.  Baik Pemkot Malang dan UMM, sama-sama menaruh harapan besar bahwa akan ada angin segar untuk peningkatan hubungan kerja sama.

Wali Kota Malang Sutiaji di hadapan kedua tamunya mengapresiasi hubungan yang selama ini tercipta antara Kota Malang dan Tiongkok. ”Harapan kami, ini bisa lebih ditingkatkan ke arah yang dibutuhkan warga Kota Malang. Misalnya pengembangan konsep Sister City dengan sejumlah kota di Tiongkok,” kata Sutiaji.

Dengan 907 ribu jumlah penduduk di Kota Malang dan ditambah 400 ribu mahasiswanya, dia yakin bisa dimanfaatkan sebagai modal kerja sama dengan Tiongkok. Kota Malang dengan 63 jumlah perguruan tingginya bisa menjadi objek kerja sama yang saling menguntungkan untuk dikembangkan dengan RRT.



Termasuk di dalamnya, ada banyak mahasiswa yang berasal dari 132 negara. Malang menjadi tujuan/pilihan utama mahasiswa di Indonesia. Karena Malang adalah kota yang kondusif dan kerukunan umat beragamanya sangat bagus.

Sutiaji juga memamerkan jika di Kota Malang juga memiliki wisata halal yang lagi digemari yakni vegetarian. Ada  enam restoran vegetarian yang ada di Kota Malang.

Sementara itu, kedatangan Dubes  Tiongkok Xiao Qian di Balai Kota Malang kemarin siang disambut hujan lebat. Katanya, ini menandakan pertemuan yang mendatangkan berkah. ”Dalam artian di Tiongkok, saat datang disambut hujan adalah pertanda keberuntungan,” kata penerjemah menirukan penuturan Xiao Qian dan langsung disambut aplaus para undangan yang sebagian besar adalah rombongan delegasi dan OPD di Pemkot Malang.

Xiao Qian dalam sambutan menyatakan kekagumannya terhadap Kota Malang. Lebih maju dan makin berkembang. Laju pertumbuhan ekonominya melebihi dari Provinsi Jawa Timur dan nasional. ”Kota Malang luar biasa,” katanya dengan lafal pengucapan kurang seberapa lancar.

Terdata, tren perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok di 2017 mencapai USD 66,3 miliar dan 2018 telah naik mencapai USD 77,4 miliar.  Kenaikan per tahun tercatat hingga 20 persen. Untuk bidang pariwisata, kunjungan pada 2018 mencapai 2,1 juta.

Kedatangan duta besar Tiongkok ini juga memberi angin segar Kota Malang untuk mempromosikan sektor pariwisata di kancah internasional. Sutiaji berharap dapat meningkatkan kerja sama Sister City. ”Semoga selanjutnya, memilih Malang menjadi kota tujuan kunjungan duta besar (dubes) Tiongkok.

Sebab, Tiongkok tidak bisa dipandang sebelah mata dengan jumlah penduduknya yang sangat banyak,” kata Sutiaji. Kerja sama Sister City yang telah terlaksana sejak April 2017 menjadikan Tiongkok sebagai penyumbang turis terbesar di Indonesia.

Sutiaji berharap dapat menjalin kerja sama dengan pemerintahan Tiongkok dalam sektor pariwisata dan pendidikan. Hal ini dikarenakan, Malang memiliki banyak situs bersejarah, destinasi wisata, dan telah menyandang  sebagai Kota Pendidikan. ”Kami bersedia memfasilitasi promosi wisata ke Tiongkok,” kata Sutiaji.

Sutiaji juga berharap dapat memperluas pasar ekspor produk unggulan tekstil, kayu, dan dalam bidang manufaktur. Dia juga mengaku telah berkunjung ke beberapa kampus di Kota Malang. ” Nanti kami juga bisa mengekpor hasil produk unggulan dari bidang manufaktur,” tambahnya.

Sementara itu, Xiao Qian mengungkapkan, Malang menjadi salah satu kota yang memiliki kesan bagus untuk menjadi destinasi wisata. ”Walaupun saya baru beberapa hari di Kota Malang, saya merasakan Malang adalah kota rapi, bersih, rapi, dan orang-orangnya ramah, ini memberi kesan sangat indah bagi saya,” kata Xiao Qian yang disampaikan oleh penerjemah.

Xiao Qian menganggap, kedatangan pertamanya ke Malang  merupakan suatu keberuntungan berdasarkan kepercayaan Tiongkok. ”Tujuan saya ke sini hendak menelisik lebih dalam tentang pembangunan ekonomi sosial dan diskusi mengenai kerja sama,” imbuhnya.

Xiao Qian yakin, Kota Malang  akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. ”Saya yakin Malang akan menjadi Kota Pendidikan, Industri dan Pariwisata yang terkenal di Indonesia,” sambungnya lagi dengan penuh keyakinan.

Sedangkan di UMM, Rektor Dr H. Fauzan MPd merespons kunjungan dubes dan konjen ini. Dia menyatakan hubungan antara UMM dan Tiongkok sudah sangat baik. Ada sebanyak 13 perguruan tinggi di Tiongkok  yang selama ini sudah bekerja sama dengan UMM.

Selain itu, UMM juga pernah menjuarai lomba esai tentang negeri Tiongkok. Juga dipercaya menggelar lomba ilmu pengetahuan seputar tentang negeri Tiongkok. Saat di UMM, Xiao Qian berkenan mengenakan jaket almamater UMM.  

Pewarta               : mg1
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Mardi Sampurno
Fotografer          : Mardi Sampurno