Dubes Tantowi Tangkis Tudingan Media Asing soal Indonesian AID untuk Redam Isu Papua

Turki Desak Amerika Tangkap Pimpinan Milisi Kurdi - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menepis pemberitaan yang menyebut bantuan dari Indonesia bagi negara lain melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) mengusung agenda untuk membendung isu Papua. Menurutnya, bantuan melalui lembaga yang juga dikenal dengan sebutan Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID) itu murni untuk kemanusiaan.

Tantowi menyampaikan hal itu menyusul siaran Radio New Zealand (RNZ) pada Rabu lalu (23/10) yang mengaitkan Indonesian AID dengan isu Papua. Menurut Tantowi, dirinya dalam wawancara dengan RNZ sudah menepis tudingan media asing yang terus-menerus mengangkat isu Papua untuk memojokkan Indonesia.

“Janganlah niat baik selalu dikaitkan dengan politik. Bantuan ini tidak ada kaitannya dengan itu (upaya membendung isu Papua di mancanegara, red),” ujar Tantowi melalui layanan pesan, Jumat (25/10).

Ambasador berlatar belakang entertainer itu menambahkan, Indonesia sebagai negara yang cinta damai telah menyiapkan anggaran sesuai kemampuan untuk mendorong perdamaian dunia dan kesejahteraan warga di negara penerima bantuan. Menurut Tantowi, dirinya sempat disodori pertanyaan oleh wartawan RNZ tentang Indonesia yang punya utang justru membantu negara lain.

Tantowi pun membuat tamsil untuk menjawab pertanyaan itu. Mantan pimpinan Komisi Luar Negeri DPR itu mengatakan, dirinya punya utang.

Namun, hal itu tak menghalanginya membantu orang lain. “Jadi jangan menafikan niat tulus dari bantuan luar negeri Indonesia yang secara faktual didominasi oleh bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana yang bersifat urgen,” ujarnya.

Indonesian AID diresmikan belum lama ini oleh Jusuf Kalla saat masih menjadi Wakil Presiden RI. Pembentukan Indonesian AID melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara dan Bappenas.

Melalui Indonesian AID pula pemerintah RI telah menggelontorkan dana sekitar USD 212 juta atau hampir setara Rp 3 triliun untuk membantu negara-negara di Pasifik, Afrika dan Asia Tengah.