Dua Warga Tewas dalam Banjir Pacitan, Satu Lainnya Dilaporkan Hilang Sinergi Jawa Pos

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut sedikitnya 26 desa di lima kecamatan tergenang air dengan ketinggian bervariasi. 

Paling parah terjadi Desa Purwoasri, Kayen, Kebonagung, Sukoharjo (Kebonagung), Desa Sirnoboyo, Kembang, Arjowinangun (Pacitan), serta Desa Arjosari, Sedayu, Jatimalang, dan Tremas (Arjosari).

TENGGELAM : Puluhan rumah warga Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo yang terendam banjir akibat tanggul Sungai Jelok jebol
(Hengky Ristanto/Radar Pacitan)

Banjir juga ‘menenggelamkan’ beberapa ruas jalan protokol di Pacitan kota. Mulai Jalan Ahmad Yani, Kyai Ageng Petung, HOS Tjokroaminoto, Jalur Lintas Selatan (JLS) dan seputar alun-alun. 



Pusat data dan informasi BPBD mencatat, sampai Selasa petang rentetan bencana banjir mengakibatkan dua korban jiwa dan merendam ribuan rumah warga. 

Korban tewas adalah Martin yang terseret arus banjir di Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung. Sementara satu korban tewas lainnya masih belum diketahui identitasnya. 

Jumlah itu diperkirkan bisa bertambah. Sebab, hingga saat ini BPBD masih mencari keberadaan satu warga Desa Kayen lainnya yang dilaporkan hanyut terbawa banjir. 

Pagi sebelumnya, tiga warga sempat dilaporkan hilang di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. Namun, belakangan mereka ditemukan selamat setelah ditolong warga dengan perahu nelayan. 

Selain karena hujan deras, banjir yang menggenangi rumah warga juga akibat jebolnya tanggul Sungai Njelok dan Sungai Telu. 

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita mengatakan pihaknya sudah menyiapkan distribusi sembako. Serta membangun posko darurat atau penampungan di Jembatan Sirnoboyo. 

‘’Warga korban banjir terdapat di Desa Kayen, Purwoasri, Sirnoboyo, Kembang dan Sukoharjo. Mereka kami evakuasi ke tempat lebih aman sampai banjir surut,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Sebagai upaya tanggap darurat banjir, seluruh personel dan sarana prasarana BPBD berupa perahu karet telah diterjunkan ke lokasi bencana. Perahu karet sangat diperlukan untuk mengevakuasi warga. Terutama mereka yang dalam posisi terjebak banjir. 

‘’Prioritas utama adalah logistik yang sudah kami cukupi. Utamanya, bagi warga di tempat-tempat pengungsian,’’ jelasnya. 

(mn/her/sib/sib/JPR)