Dua Wanita Datangi RSSA Karena Kehilangan Saudarinya yang Diduga Korban Mutilasi Pasar Besar Malang

KOTA MALANG – Sambil menunggu identifikasi polisi di Ruang Mayat RSSA, dua wanita datang dengan wajah tergopoh-gopoh. Mereka menanyakan pada radaramalang.id bagaimana perkembangan penemuan mayat mutilasi yang ditemukan di Pasar Besar Malang (PBM) siang ini (14/5).

Dua wanita ini menduga mayat yang ditemukan di PBM merupakan sanak saudaranya yang tidak pulang ke rumah sejak Sabtu,(27/4).

“Saya lihat foto-foto korban tadi langsung teringat ponakan saya yang pergi sejak 2 minggu yang lalu. Dia umur 15 tahun, tinggalnya di Karangploso. Terakhir pamit lihat bantengan di Karangploso. Nggak dicari karena ayahnya nggak mau cari. Dia ikut anak punk,” unar Siti Fatimah Tululum, 39, warga Muharto.

Dari kondisi fisik yang dilihat mulai dari rambut sebahu dan ukuran badan, mirip dengan ponakannya Della, 15. Keponakannya tersebut diakuinya tinggal di Karangploso bersama neneknya dan dikenal sebagai anak yang bandel.

“Kalau saya curiga di payudaranya aja. Kalau umur 30 nggak mungkin payudaranya segitu,” tambahnya.



Selain itu firasat lain juga dirasakannya karena 2 minggu terakhir rindu keponakannya. Bahkan anaknya yang masih SMK diceritakannya akhir-akhir ini sempat memimpikan saudarinya.

“Anak saya mimpi Della itu senyum sambil kepalanya ditutupin jarik (kain). Ya semoga bukan ya allah,” tandasnya

Hingga saat ini belum ada kabar terkait identitas korban. Pihak forensik masih melakukan proses identifikasi.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah