Dua Tipe Manusia

Hope 313 oleh Kurniawan Muhammad.

Ketika menghadapi masalah, menurut Prof Rhenald Kasali PhD, ada dua tipe manusia. Pertama, manusia yang suka berteriak. Manusia seperti ini lebih suka mengkritik, lebih suka mengeluh, dan lebih suka menyalahkan orang lain, ketika menghadapi masalah.

Kedua, manusia yang lebih suka mencari solusi. Manusia seperti ini lebih suka menghabiskan energinya untuk umek dan obah (bergerak), demi menemukan jalan keluar (solusi) terhadap masalah yang dihadapi.

Manusia tipe pertama, pada akhirnya akan menjadi pecundang. Mereka hidup dengan prasangka. Mereka hidup dari satu keluhan menuju ke keluhan yang lain. Mereka sulit untuk maju karena di dalam benaknya dipenuhi dengan prasangka-prasangka dan pikiran negatif. Energinya banyak dihabiskan untuk menilai orang lain, mengkritik orang lain, ketimbang digunakan untuk memperbaiki diri. Pada akhirnya manusia ini akan menuai kegagalan dalam hidupnya.

Manusia tipe kedua, akan menjadi pemenang. Mereka inilah yang akan bisa bertahan dalam menghadapi berbagai macam persoalan dan masalah. Mengapa bisa demikian? Karena mereka ini sudah terlatih untuk selalu mencari jalan keluar.  Karena itu, mereka ini selalu punya solusi ketika menghadapi masalah. Otak dan energinya lebih banyak digunakan untuk bergerak menuju lebih baik. Lebih banyak digunakan untuk memperbaiki diri. Dan mereka inilah yang akan menuai kesuksesan.

Masih menurut Prof Rhenald Kasali, kaitannya dengan pengembangan diri, manusia juga dibagi menjadi dua tipe. Pertama, manusia yang pinter tapi semakin bodoh. Kedua, manusia bodoh, tapi semakin pinter. Manusia bisa semakin bodoh atau semakin pinter sangat tergantung pada suka/tidaknya manusia itu terhadap tantangan. Tipe pertama (pinter semakin bodoh), karena manusia itu tak menyukai tantangan. Mereka ini merasa sudah sangat nyaman dengan posisinya saat ini. Karena sudah sangat yakin dengan kenyamanannya, sehingga malas untuk membuat perubahan.  Malas untuk bergerak. Manusia tipe ini cepat atau lambat akan tergilas oleh perubahan zaman. Karena setiap perubahan adalah tantangan. Ketika seseorang tidak menyukai tantangan, berarti mereka tidak akan bisa beradaptasi terhadap perubahan. Maka itu, mereka bakal tergilas oleh zaman yang terus berubah.

Tipe kedua (bodoh semakin pinter), karena manusia ini menyukai tantangan. Bagi mereka ini, di dalam tantangan ada peluang. Ketika berhasil menghadapi atau menaklukkan tantangan, berarti bisa memanfaatkan peluang. Dan manusia seperti ini akan sukses dan selalu bisa bertahan dari perubahan apa pun.

Di dalam tantangan juga ada pengetahuan dan pelajaran hidup. Manusia yang menyukai tantangan, menghadapi tantangan itu, dan menaklukkan tantangan itu, maka berarti mereka akan mendapatkan pengetahuan dan pelajaran hidup. Sehingga mereka akan semakin pinter.

Nah, sekarang akan menjadi tipe yang manakah kita? Tipe manusia yang suka berteriak? Tipe manusia yang suka mencari solusi? Tipe manusia yang semakin bodoh, atau semakin pinter?

Yang jelas, ke depan, masalah akan semakin kompleks. Persoalan di Malang Raya akan semakin pelik. Jika masalah yang semakin pelik itu dipecahkan masih dengan pola-pola lama, masih dengan mindset konvensional, tentu tidak akan bisa teratasi dengan baik.

Jumlah penduduk di Malang Raya akan terus bertambah. Jumlah kendaraan bermotor juga akan terus naik berlipat-lipat kali. Dengan kenyataan ini, tidak dimungkiri, persoalan yang semakin kompleks bakal muncul kelak di kemudian hari. Dan sekali lagi, untuk persoalan yang kian kompleks itu dibutuhkan pola pikir yang terbuka. Terbuka akan tantangan, terbuka akan hal-hal baru, dan terbuka terhadap berbagai macam kritik.

Kita berharap, para pimpinan kita, para pejabat kita, baik di eksekutif, di legislatif, maupun di yudikatif,  termasuk ke dalam tipe manusia yang selalu mencari solusi ketika menghadapi masalah. Jangan bisanya hanya menyalahkan orang lain atau mencari kambing hitam.

Kita juga berharap, para pemimpin kita termasuk ke dalam tipe manusia yang menyukai tantangan. Kita tidak ingin pemimpin hanya mau enaknya saja. Pas ada nggak enaknya, dihindari atau malah ditinggalkan. Bagaimana menurut Anda? Salam Hope 313 !!! (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG: kum_jp)