Dua Tahun, 113 Remaja Kecanduan Narkoba

PAKISAJI – Pecandu narkoba dari kalangan remaja mendominasi proses rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Berdasarkan rekap pada 2017 lalu, diketahui ada 151 pecandu narkoba yang sudah menjalani tahap rehabilitasi. Dari total itu, 90 orang di antaranya masuk kategori remaja. Rentang usianya di bawah 19 tahun. Sisanya 61 orang berusia di atas 20 tahun. Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut CPM Agus Musrichin mengakui, upaya mencegah peredaran narkoba di kalangan remaja memang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pihaknya.

Menurut dia, peran dari keluarga, masyarakat, dan instansi pendidikan cukup vital. ”Kehidupan remaja yang dihinggapi rasa penasaran, belum lagi dorongan dari kawan akrabnya yang sering memicu mereka menggunakan narkoba,” terang dia. Berbagai upaya untuk menekan peredaran narkoba di kalangan remaja itu sudah dilakukan. Hasilnya pun mulai terlihat. Sebab, jumlah pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi mulai mengalami penurunan. Meski begitu, kalangan remaja tetap mendominasi sebagai pasien rehab tersebut.

Keterangan itu disampaikan Kasi Bidang Penyuluhan BNN Kabupaten Malang Muhammad Khoirul. Dia menjabarkan, tahun ini total ada 34 pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi. Dari total itu, 23 orang di antaranya berusia di bawah 19 tahun. Sisanya 11 orang berusia di atas 19 tahun. Jika ditotal selama dua tahun, tercatat ada 113 remaja yang kecanduan narkoba. Jumlah yang lebih banyak tentu berpotensi tersaji. Sebab, rekap itu hanya berasal dari BNN Kabupaten Malang saja.

”Yang paling dominan digunakan remaja adalah pil double L,” kata dia. Jenis narkoba lain berupa sabu-sabu mayoritas digunakan oleh warga yang sudah berstatus pekerja. Upaya menekan angka peredaran narkoba terus dilakukan BNN Kabupaten Malang. Mereka tidak hanya menyasar sekolah-sekolah. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga turut dilibatkan. ”Kalau bersosialisasi ke sejumlah mahasiswa dan pelajar sering kami lakukan. Itu akan terus kami geber lagi,” tutupnya.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya