Dua Pasar Wisata Dituntut Mandiri

KOTA BATU – Sejumlah upaya sudah dilakukan Pemkot Batu untuk memaksimalkan pembangunan dua pasar wisata yang berlokasi di Desa Pandanrejo dan Desa Oro-Oro Ombo. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melobi Pemprov Jatim agar dimasukkan dalam Musrenbang Jatim 2020. Kisaran kebutuhan dana senilai Rp 5 miliar sudah dirumuskan pemkot. Sayangnya, usulan tersebut belum mendapat ACC.

”Karena tidak diakomodasi, ya kami memaksimalkan desa untuk mengembangkan desa wisata,” terang Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Kemandirian dari dua pemdes kini menjadi harapan Pemkot Batu. Gayung pun bersambut, Pemdes Oro-Oro Ombo sudah mempersiapkan lahan seluas 41 hektare untuk dijadikan rest area sejak tahun lalu.

Di sana bakal dilakukan penataan pedagang kaki lima (PKL). ”Di sana akan didukung banyak lokasi wisata. Tujuan utamanya untuk memberikan kenyamanan wisatawan,” imbuh Punjul. Dari estimasi sementara, Rest Area Oro-Oro Ombo bisa ditempati sekitar 10 PKL. Mereka menggunakan bangunan dari bambu berukuran kurang lebih 3×3 meter.

Dibangun sejak tahun lalu, anggarannya sudah masuk dalam APBDes. Nilainya Rp 200 juta. Selain di Oro-Oro Ombo, ada pula Pasar Wisata Sidomulyo yang sudah selesai dibangun. ”Pasar Wisata ini kan bukan hanya berjualan saja, tetapi juga bisa menyediakan fasilitas kepada wisatawan. Lalu wadah UMKM juga,” pungkas Punjul.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Rubianto