Dua Opsi Erick Thohir untuk PANN, Dimerger atau Ditutup

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membenahi sejumlah perusahaan pelat merah yang dinilai melenceng dari bisnis intinya (core business). Apalagi jika perusahaan tersebut punya dua ‘penyakit’, yaitu keluar dari bisnis inti dan merugi padahal sudah mendapat suntikan dari APBN.

Salah satu perusahaan yang dinilai keluar dari bisnis inti adalah PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero)/PANN. Sedianya, PANN didirikan untuk membiayai pengembangan pesawat terbang. Akan tetapi, dalam perjalanannya BUMN ini malah lebih banyak membiayai pengembangan kapal laut.

“Nanti ada kapal yang lain. Kapal-kapalan. Nah, ini yang harus diperbaiki core business-nya. Nah, inilah yang harus dimerger atau ditutup karena core business (BUMN) terlalu banyak,” ujarnya saat ditemui di Ritz Carlton Jakarta, Rabu (4/12).

Meskipun demikian, Erick tidak langsung menyalahkan manajemen saat ini. Dua opsi sebelumnya juga mungkin akan ditinggalkan jika PANN bisa kembali ke bisnis intinya, yaitu pembiayaan pengembangan pesawat terbang.

“Saya rasa sangat tidak fair kalau tadi saya sebagai Menteri langsung menyalahkan Direksi. Tapi, inilah bagian kalau BUMN ini terlalu banyak yang tidak kembali ke core business,” ucapnya.

Terlepas dari soal PANN, Erick juga melihat, banyak perusahaan BUMN yang menggemukan diri dengan memperbanyak anak usaha namun diisi oleh para pensiunan. Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni penciptaan lapangan pekerjaan.

“Saya bukan anti orang tua. Saya sangat apresiasi. Tapi, kalau (BUMN) diisi semua (oleh) pensiunan, sedangkan 58 persen penduduk Indoensia di bawah 35 tahun, berarti kan tidak membuka lapangan kerja,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri