Dua Kabupaten di Kepri Masuk Zona Kuning Dalam Pelayanan Publik

JawaPos.com – Kabupaten Karimun dan Bintan masuk dalam zona kuning dalam hal pelayanan publik. Hal ini disampaikan Ombudsman perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Kepri, Arif Budiman mengatakan, kedua kabupaten ini sebenarnya sudah melakukan perbaikan dibandingkan sebelumnya.

“Sebelumnya mereka masuk dalam zona merah. Jadi sudah ada perbaikan” kata Arif ketika dihubungi, Senin (31/12).

Selain itu, beberapa daerah lain di Kepri juga mengalami peningkatan dalam hal pelayanan publik. Daerah-daerah yang sebelumnya berada di zona kuning, saat ini sudah lebih baik dengan berada di zona hijau. Artinya pelayanan publik yang diberikan sudah sangat baik.

“Sebelumnya Pemkot Batam, Tanjungpinang dan Provinsi Kepri berada di zona kuning,” kata Arif lagi.

Ombudsman, lanjut Arif, akan berusaha lebih maksimal untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada seluruh kabupaten di Provinsi Kepri agar mendapatkan hasil penilaian kepatuhan di zona hijau. Sejauh ini Ombudsman belum bisa melakukan bimbingan teknis di Kabupaten Lingga, Natuna dan Anambas karena keterbatasan anggaran. Hal tersebut baru bisa dijalankan pada 2019 mendatang.

Selain anggaran, ketersediaan personel dari Ombudsman Kepri juga menjadi soal. Namun demikian, adanya tambahan personil yang sebelumnya hanya lima dan bertambah menjadi delapan orang, dinilai menjadi solusi yang akan dimaksimalkan.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Provinsi Kepri, Lagat Siadari mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh OPD agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada publik. Sejauh ini, pihaknya dapat menyelesaikan 95 persen laporan dari masyarakat perihal pelayanan publik.

Dari 145 laporan yang masuk, Ombudsman menilai kawasan Kepri masih memiliki persoalan yang harus bisa dimaksimalkan. “Dari laporan-laporan ini pelayanan publik di Provinsi Kepri masih bermasalah, karena tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Lagat lagi.

(bbi/JPC)