Dua Jembatan di Batola Ambruk Lalu Hanyut Terbawa Arus

JawaPos.com – Tingginya luapan air sungai dan banyaknya sampah beserta ilung (ecenggondok) membuat dua jembatan di Desa Karya Baru Kecamatan Tabunganen rusak parah, Minggu (20/1) sekitar pukul 18.00 Wita.

Dua jembatan tersebut berada di RT 3 dan RT 4. Jembatan yang terbuat dari kayu dan sudah tua ini kondisinya rusak parah. Jembatan yang membelah sungai penghubung RT 4 dan RT 8 mengalami rusak parah.

Jembatan sepanjang 120 meter dan lebar 2 meter itu hanyut dibawa arus sungai. Sedangkan jembatan di RT 3 penghubung ke RT 7 kondisinya masih utuh hanya saja enam tiang jembatan patah dan membuat jembatan miring.

Rusaknya jembatan tersebut dibenarkan Ahmad Marli warga Desa Karya Baru. Menurutnya air sungai yang meluap disertai derasnya arus membuat sampah dan ilung menumpuk dan menghantam jembatan.



“Melihat hal tersebut kami warga desa langsung mengamankan jembatan yang hanyut terbawa air menggunakan kelotok,” ceritanya dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) Senin (21/1).

Sementara itu hal serupa juga dibenarkan Camar Tabunganen, Khairani. Menurut Khairani jembatan tersebut memang rusak parah. “Jembatan yang hanyut dibawa air sudah diamankan warga,” ujarnya.

Sementara itu untuk akses jalan menuju RT 4 dan 3 menurut Khairani warga menggunakan kelotonya masing-masing. Serta menggunakan jembatan lainnya yang masih ada di salah satu desa.

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke Dinas PUPR Batola. Hari ini Senin (21/1) pihak PUPR akan melakukan survei ke desa kami,” ceritanya.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Jpg