Dua Cewek Terlibat Kasus Pembunuhan Laki-Laki di Jembatan Gadang

KOTA MALANG – Insiden berdarah kematian Suyono,34, warga Desa Urek-urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang yang menggemparkan Pasar Gadang, Selasa, (2/4) jelang Subuh lalu menemui titik terang. Motif ketujuh pelaku membunuh secara sadis dengan cara mengeroyok hingga menusuk pelaku di empat titik bagian tubuhnya ternyata didasari balas dendam.

Sebelumnya, hanya 7 jam proses interogasi dan investigasi, polisi berhasil menangkap beberapa pelaku. Namun, minimnya bukti membuat polisi sulit menahan tersangka. Untung, proses pembunuhan dan pengeroyokan itu terekam CCTV sebuah toko bangunan yang berada tidak jauh dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Wakapolres Malang Kota, Kompol Bambang Christanto Utomo usai menginterogasi ketiga pelaku pembunuhan di jembatan Gadang yang Kamis, (4/4) siang tadi dirilis di Halaman Polres Malang Kota mengatakan, tersangka membunuh korban karena salah satu tersangka menduga korban sebagai informan polisi dan whistleblower terkait kasus narkoba yang dialami salah satu saudara tersangka pembunuhan kali ini di masa lalu.

“Pelaku ada 7 orang, alasannya korban dikeroyok karena dendam pribadi, katanya korban ini sebagai informan polisi, jadi salah satu saudara pelaku pernah ditangkap atas informasi dari si korban ini dan akhirnya dipenjara, begitu penuturannya,” sebut Bambang. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polisi, hal itu rupanya hanya salah satu alibi dari pelaku.

“Ya awalnya karena dipukuli, namun ada salah satu tersangka yang membawa senjata tajam, mungkin karena emosi langsung ditusukan kepada korban sebanyak empat titik itu,” tambahnya.



Dalam kasus ini, ada dua orang perempuan yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC) yang juga berperan dalam kematian korban. Kedua cewek ini bertugas menggiring korban hingga daerah jembatan pasar Gadang. “Kedua tersangka cewek ini dari kafe Union, mereka sengaja mengajak tersangka ke daerah jembatan Pasar Gadang. Di sana korban sudah ditunggu oleh 5 orang temannya,” tandas Bambang.

Sebanyak tujuh pelaku kini telah ditangkap oleh anggota Reskrim Polres Malang Kota, menyisakan satu tersangka yang masih buron DPO. Empat di antaranya masih di bawah umur, sementara tiga yang lain sudah dewasa.

Masing-masing tersangka berinisial AW, 21, perempuan warga Arjowinangun. SW, 20, warga Bumiayu, ADY, 23, warga Buring. Sementara empat yang masih di bawah umur, I, 17, warga Arjowinangun, D, 17, warga Ampeldento, B, 15, perempuan warga Sukun, dan K, 15, warga Teluk Grajakan, Kota Malang.

Sedangkan satu lagi tersangka berinisial Q,18. Pria asal Muharto itu kini statusnya masih buron. “Satu orang ini masih masuk daftar pencarian orang, kita terus gali,” tutup Bambang.

Bambang bersama penyidik Polres Malang Kota mengaku masih mendalami siapa otak dibalil kematian Suyono ini. Sementara itu, ketujuh tersangka dikenai Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan Pasal 170 tentang pengeroyokan dengan hukuman sampai 5 hingga 20 tahun penjara.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Elfran Vido
Foto: Elfran Vido