Dua Cawali Ditahan, Ketua IKAPMII Unmer: Malang Genting

MALANG-Ditahannya dua calon wali kota malang yakni Moch Anton dan Ya’qud Ananda Gudban mendapatkan respons dari kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Universitas Merdeka Malang Ir Bambang Yudha.

Dalam rilis yang diterima radarmalang.id, menurut dia penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat warga kota malang berduka. Untuk itu, dia mengajak tokoh politik, masyarakat dan Agama di Kota Malang untuk merespons keadaan ini.

Caranya adalah dengan menjaga kondusifitas di masyarakat agar tetap tenang.”Kita harus yakin kalau kualitas demokrasi di Kota Malang akan tetap baik,” kata Bambang.

Dia juga mengajak masyarakat untuk mendung proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK. Sebagai lembaga anti rasuah, KPK harus didukung dalam menegakan hukum yang berlaku di republic ini.”Korupsi harus diberantas dengan akar-akarnya, tanpa dibatasi dengan momentum apapun,” imbuhnya dengan penuh semangat.

Dia juga berharap partai politik segera melakukan konsolidasi. Untuk melakukan sikap terhadap kader-kadernya yang telah ditahan oleh KPK. Ini penting, agar masyarakat percaya, bahwa ini adalah kasus oknum semata.”Dan partai politik, tetap bisa sebagai wadah yang siap menjadi saluran aspirasi politik masyarakat di momentum Pilkada 2018 ini. Bahkan di 2019 nanti,” tambahnya.



Selanjutnya, agar suasana tetap kondusif, Bambang berjanji akan menemui satu persatu tokoh yang ada di Kota Malang.”Untuk bermusyawarah dan merumuskan seruan atau sikap bersama, karena Malang sudah genting,” imbunnya.

Konsolidasi antar tokoh masyarakat ini penting karena menurut dia saat ini masyarakat dihadapan dengan fakta dua dari tiga calon menjadi tersangka.”Hal ini penting untuk disikapi, agar masyarakat tidak berada pada ruang kecemasan yang mengarah pada rasa pesimis,” tandasnya.(riq)