Drop Zone Belum Berlaku, Ojol Bebas Keluar Masuk UB

Sejumlah driver ojek online menunggu di depan gerbang UB

KOTA MALANG- Pasca pencabutan larangan ojek online (ojol) masuk Universitas Brawijaya (UB) Senin lalu (1/4), kini ojol terpantau bebas keluar masuk tanpa pengecekan satpam.

Salah satu driver ojek online, Samsul Arifin membenarkan bahwa sejak kemarin (3/4) sudah bisa masuk UB tanpa pengecekan identitas dan orderan.

“Iya kemarin nganter penumpang dan ambil orderan food bisa langsung masuk. Belum ada tulisan titik pemberhentiannya juga. Jadi berhentinya sesuai dengan tujuan orderan,” beber pria berusia 24 tahun ini.

Berdasarkan keterangan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UB, Sandy Abdillah, hal ini terjadi karena peraturan masih dalam tahap pra kondisi.

“Tanggal efektif peraturan yang baru tentang atribut, pengecekan, serta pemberlakuan drop zone memang baru efektif minggu depan. Senin (8 April) nanti, peraturan ini bakal bener-bener strich,” jelasnya.



Sebelumnya, senin lalu (1/4) Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) UB menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UB. Mereka menuntut evaluasi kebijakan stiker parkir UB.

Pihak kampus pun akhirnya memenuhi tuntutan tersebut, namun para mahasiswa harus membuat usulan kebijakan pengganti stiker parkir.
Pada 1 April lalu, rapat koordinasi digelar dan hasilnya sejumlah usulan keluar, diantaranya ojol boleh masuk namun harus berseragam dan berhenti di drop zone yang telah ditentukan, penghentian operasional bus, penambahan penerangan jalan di pedestrian, uji coba penambahan sepeda onthel sebanyak 20 unit dan penambahan kartu parkir.

Pewarta: Rida Ayu
Foto : dok Radar Malang
Penyunting : Fia