Dramatis, Nasdem Banting Setir Dukung Nanda

Pilwali Kota Malang memang cukup dinamis,  kejadian agak mengejutkan banyak pihak adalah pembatalan pemberian dukungan dari Partai Nasdem yang awalnya untuk Anton dan Syamsul berpindah ke Nanda.

Jadi, jumlah kursi dukungan untuk Anton berkurang satu. Padahal, dukungan Nasdem itu dituangkan dalam surat resmi yang diteken Ketua Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) Nasdem Effendy Choirie. ”Untuk Nasdem (menarik dukungan) nggak masalah,” ungkap mantan anggota dewan ini.

Syamsul Mahmud ketika dikonfirmasi mengakui sedang mengikuti koordinasi di DPP PKB. Hanya, dia enggan berkomentar terkait kemungkinan mendapat rekom atau tidak untuk jadi calon wakil dari Moch. Anton. ”Maaf, ini masih rapat di Jakarta,” ungkap pria yang juga menjadi wakil bendahara DPC PKB Kota Malang ini.

Sementara itu, dukungan politik terhadap Ya’qud Ananda Gudban maju di Pilwali 2018 kian mantap. Terbaru, Partai Nasdem yang awalnya mendukung Anton, akhirnya banting setir pindah ke Nanda dan Wanedi. Bentuk dukungan itu dengan memberi rekomendasi resmi ke Nanda yang diserahkan Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Partai Nasdem Jatim Rendra Kresna di Hotel Grand Inna Surabaya kemarin.

Rendra mengakui memang sempat ada persaingan antara Nanda–sapaan akrab Ya’qud Ananda Gudban– dengan Moch. Anton, petahana wali Kota Malang. Anton bahkan sempat menerima rekomendasi dari tingkat DPD. Namun, rekomendasi itu kalah dari keputusan yang diturunkan DPW. Karena itu, Nasdem bulat mendukung Nanda. ”Di awal-awal memang ada surat perintah untuk calon. Tapi, tentunya ada evaluasi,” jelas Rendra.



Dia menuturkan, Nasdem akhirnya memilih Nanda karena adanya kesepakatan soal koalisi. Nanda dinilai tuntas dalam mencari koalisi hingga tenggat waktu tanggal 28 Desember 2017.

Di Malang, Nasdem berkoalisi dengan PDIP, Hanura, dan PAN. Selain itu, Nanda juga sudah mengantongi rekomendasi dari partainya sendiri: Hanura.

Nasdem, Rendra melanjutkan, tidak perlu pusing lagi soal rekom partai lain dalam koalisi. ”Kalau kami terus menunggu, malah bisa nggak ikut kontestasi. Padahal, kami diperintahkan harus ikut,” lanjutnya.

Sosok Nanda sendiri, menurut dia, memenuhi kriteria pemimpin yang mumpuni. Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang itu punya latar belakang organisasi yang cukup kuat. ”Prestasinya bagus dia. Politisi, aktivis. Cara berorganisasinya tidak perlu dipertanyakan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bapilu DPP Partai Nasdem Effendy Choirie berpendapat bahwa Nanda bisa mewakili kaum muda. ”Dia cantik, pintar, dan kepemimpinannya bagus. Saya kira inilah ciri pemimpin yang harus dieksplor,” jelas sosok yang akrab disapa Gus Choi tersebut.
Dia sendiri mengaku belum begitu mengenal jauh sosok Nanda maupun Wanedi. Namun, dia yakin terpilihnya pasangan ini sudah melalui pembicaraan matang di tingkat DPW maupun DPP. (im/deb/lid/c2/abm)