Dr Gamal Albinsaid Hadirkan Dua Inovasi Baru

MALANG KOTA – Dokter muda yang pernah mendapatkan penghargaan dari pangeran Charles, Dr Gamal Albinsaid, kini tengah mengembangkan wirausaha baru yang berbasis teknologi: homedika dan siapapeduli.id.

Homedika merupakan wirausaha sosial berbasis teknologi yang menghubungkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Guna memberikan layanan tenaga dan fasilitas kesehatan dengan cepat, mudah, dan berkualitas.

“Alhamdulillah, lebih dari 650 tenaga medis di lebih dari 100 kota telah bergabung menjadi mitra medis homedika,” sebut Gamal.

Melalui program ini pula, Gamal bercita-cita menghadirkan tenaga kesehatan di rumah orang-orang yang kurang beruntung.

“Bisa dibayangkan nanti jika sudah puluhan ribu tenaga medis yang bergabung. Jika suatu ketika terjadi bencana alam di Aceh, Manado, maupun Makassar, dari kantor mereka yang bertempat di Kota Malang bisa langsung menggerakkan tenaga medis di wilayah yang membutuhkan,” contohnya.



Menariknya, program ini berbayar untuk yang mampu dan free alias gratis untuk yang tidak mampu.

Selain itu, sudah setengah tahun ini ia juga mengembangkan siapapeduli.id. Di launching pada Januari 2017 lalu. Sebuah  wirausaha sosial berbasis teknologi untuk melakukan galang dana pembiayaan kesehatan dengan pendekatan digital, sosial media, dan gerakan kerelawanan.

Program ini, menggunakan sarana media sosial dan website dalam publikasi mengenai penyebaran informasi dan donasi dengan metode crowdfunding atau galang dana secara online.

Sebuah kilas balik, awal mula Dr Gamal mengembangkan inovasi ini bermula ketika ia magang di sebuah rumah sakit pemerintah. Ia yang bertemu dengan seorang anak yatim piatu mengalami patah tulang paha kiri, bernama Awalun Nikma. Anak yang juga memiliki penyakit kejang ini dirawat seorang ayah angkat yang merupakan tukang batu dan membuatnya tidak mampu membiayai pengobatan. Dan di malam itu pula ia mulai berfikir, bagaimana supaya ia bisa mengembangkan sebuah platform yang mampu membantu pasien-pasien yang kurang mampu ini mendapatkan biaya kesehatan.

“Alhamdulillah program ini sudah membantu lebih dari 170 pasien dan menyalurkan 700 juta rupiah, dengan 2.200 donatur, dan 370 relawan yang terus bertambah. Di fase pilotingnya program ini telah memberikan manfaat yang cukup besar dan saya optimis bisa ditingkatkan impactnya melalui beberapa percepatan di bidang marketing dan SDM,” ungkap pemuda yang juga menjabat sebagai CEO Medika Indonesia ini.

Pewarta: Eviotantinanita
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Eviotantinanita