Double Track Jombang-Madiun, Lipat Duakan Kapasitas dan Frekuensi KA

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan terus meningkatkan infrastruktur perkeretaapian melalui Proyek Strategis Nasional. Salah satunya, pembangunan jalur ganda (double track) Jombang—Madiun sepanjang 84 kilometer dengan nilai investasi Rp 2,46 miliar.

PEMBANGUNAN jalur ganda atau double track merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas transportasi di Indonesia. Dengan transportasi yang baik dan efisien diharapkan bisa menggerakkan roda ekonomi antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

SEGERA RAMPUNG: Pembangunan fisik jalur ganda (double track) Jombang—Madiun sepanjang 84 kilometer sudah mencapai 98 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. (DOK. JAWA POS)

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, pembangunan jalur ganda KA lintas selatan Jawa antara Jombang—Madiun merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional.”Proyek pembangunan ini kurang lebih 84 kilometer dengan lokasi pekerjaan di Kabupaten Jombang hingga Kota Madiun,” ujarnya.

Saat ini, perkembangan proyek sudah memasuki progres fisik pekerjaan hingga 98 persen. Penyelesaian proyek secara fisik ditargetkan tuntas pada 2018.”Rencananya, setelah melalui beberapa proses pengujian dan safety assessment, jalur ganda KA lintas Madiun—Jombang ini dioperasikan pada pertengahan 2019,” tegasnya.

Banyak keuntungan dari pembangunan double track itu. Di antaranya, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta menambah pelayanan aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang antarkota. “Dengan double track, perjalanan kereta dan mobilisasi penumpang meningkat dua kali lipat dari sekarang,” ungkap Zulfikri.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Lintasan KA Jombang Madiun Yustina Nurhayati menuturkan,  dalam proyek itu terdapat 20 paket konstruksi track dan jembatan, 1 paket konstruksi persinyalan dan telekomunikasi, 2 paket konsultan supervisi, 3 paket pengadaan rel R.54, dan 4 paket pengadaan bantalan beton. Dengan lingkup pekerjaan rel, pekerjaan jembatan, pekerjaan pembangunan stasiun, pekerjaan persinyalan, dan telekomunikasi.

Menurut Yustina, pembangunan jalur ganda sangat menguntungkan dari berbagai aspek. Selain perjalanan antardaerah menjadi lebih singkat, penggunaan transportasi massal kereta api juga akan mengurangi kemacetan dan kecelakaan, hingga menekan penggunaan minyak bumi untuk bahan bakar kendaraan. Proyek ini juga bisa mengurangi pengangguran.”Pekerja lapangan dan administrasi berasal dari warga sekitar,” sebutnya.

Meski begitu, pembangunan jalur ganda Jombang-Madiun tidak terlepas dari kendala di lapangan.”Misalnya, pemasangan material membutuhkan window time atau bebas kereta sehingga harus mengikuti jadwal kereta api,” ungkap Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Nur Setiawan Sidik.

Menurut data Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, jalur KA Jombang—Madiun selama ini termasuk padat. Dalam sehari dilalui sekitar 118 KA. Perinciannya, 56 KA melalui jalur Kertosono—Madiun dan 62 KA melalui jalur Jombang—Kertosono.”Sudah waktunya ditingkatkan kapasitas dan frekuensinya agar memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan kapasitas dan frekuensi perjalanan KA menjadi dua kali lipat, jalur ganda diyakini bisa mengatasi masalah yang selama ini dihadapi. Misalkan terjadi sesuatu di salah satu rel, rusak atau ada kereta anjlok, kereta yang lain masih bisa beroperasi. “Selama ini, jika terjadi sesuatu pada rel, kami melakukan rerouting sehingga perjalanan lebih jauh,” tuturnya.  

Setelah jalur ganda Madiun—Jombang, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur mengembangkan jalur ganda untuk Jombang—Mojokerto yang diharapkan selesai pada 2020. “Dilanjutkan pembangunan Mojokerto—Wonokromo yang sudah siap desainnya,” imbuh Nur. 

(ica/zul/wir)