Dosen Terbitkan Jurnal Internasional, Kampus Siapkan Reward Belasan Juta

MALANG KOTA – Perguruan tinggi (PT) di Kota Malang tidak ingin target meningkatkan jurnal internasional hanya pepesan kosong belaka. Untuk itu, kesejahteraan dosen oleh PT mulai ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan bonus bagi dosen yang sukses menerbitkan jurnal internasional berindeks Scopus.

Di Universitas Brawijaya (UB) misalnya, reward yang disiapkan mulai dari Rp 15 juta–Rp 25 juta. Jumlah ini diklaim lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Saya lupa nominalnya kalau tahun sebelumnya, tapi kalau saat ini yang diberikan UB reward-nya antara Rp 15 juta–Rp 25 juta. Kalau efek dari reward ini baik, kami bisa meningkatkan lagi nominalnya,” ucap Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, beberapa hari lalu.

Pria asal Jember ini menambahkan, wajar saja memberi para dosen ini reward hingga puluhan juta. Karena pembuatan jurnal terindeks Scopus tidak mudah. ”Sulitnya karena berstandar internasional dan dinilai oleh dosen asing dari kampus elite. Sementara kalau tidak dilaksanakan, ini berpengaruh di pemeringkatan kampus,” imbuhnya.

Di samping memberi reward, Nuhfil juga mengalokasikan dana penelitian para guru besar. Semua dana penelitian bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Alokasinya ialah sebesar 15 persen dengan jumlah sekitar Rp 150 miliar.

”Dari dana PNBP kita mengalokasikannya 15 persen. Semua total mungkin Rp 150 miliar. Tapi itu macam-macam, termasuk seminarnya, semua yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat,” paparnya.



Dana sebesar itu dikeluarkan UB agar menempati posisi tiga besar dalam peringkat publikasi Scopus untuk perguruan tinggi di Indonesia. UB sendiri saat ini tercatat oleh Kemenristekdikti berada di rangking 6 dari 150-an PT di Indonesia dalam peringkat publikasi Scopus tersebut. Sementara, untuk jumlah jurnal yang telah mendapat hak kekayaan intelektual mencapai 145 jurnal.

Sementara itu, UIN Maulana Malik Ibrahim juga memberikan reward sendiri bagi dosen magister dan doktoral yang sukses melaksanakan publikasi. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Abdul Haris MAg menyatakan, pihaknya menyiapkan reward berupa uang tunai bagi dosen yang sukses menulis jurnal internasional. ”Kalau nominalnya masih belasan juta. Kami pun berupaya meningkatkan nominalnya asal jurnal internasionalnya ikutan naik,” kata dia.

Dia mengakui, jurnal internasional di kampusnya memang lebih sedikit dari kampus PTN lain. Saat ini, tercatat UIN sudah memilki 20 jurnal internasional berindeks Scopus. Haris melanjutkan, pada 2019 sudah ada puluhan jurnal yang siap terindeks Scopus.

”Jika dibandingkan dengan tahun lalu, yang siap ke Scopus meningkat 15 persen,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy editor : Amalia Safitri
Penyunting : Irham Thoriq