Dorong Bandara Internasional, Lobi Bakorwil

KEPANJEN – Cita-cita meningkatkan status Bandara Abdulrachman Saleh menjadi bandara internasional terus disematkan Pemkab Malang. Terlebih, ada dua program besar yang bakal segera dimulai pengerjaannya. Yakni, pembangunan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singosari dan pendirian Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru (BOP BTS). Gayung pun bersambut, kemarin (11/1) rombongan Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Wilayah III berkunjung ke Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Pertemuan itu pun dimanfaatkan pejabat Pemkab Malang untuk menyampaikan beberapa unek-unek. Salah satunya terkait wacana peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh. ”Kalau bicara soal kenaikan status (bandara) itu kan sudah menjadi domain gubernur, makanya melalui bakorwil kami meminta agar segera diupayakan,” terang Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi. Sesuai spesifikasi dan peruntukannya, ada beberapa kelengkapan fasilitas yang harus dipenuhi untuk menjadi bandara internasional.

Panjang landasan pacu pesawat minimal harus 3.000 meter. Keberadaan fasilitas pendukung lainnya seperti kantor imigrasi dan bea cukai juga harus dipersiapkan. Jam operasionalnya pun harus bertambah. Karena bandara internasional diharuskan melayani penerbangan di malam hari. Sejauh ini, Bandara Abdulrachman Saleh baru melayani penerbangan hingga sore hari saja.

Menanggapi permintaan Pemkab Malang itu,  Kepala Bakorwil Jawa Timur Wilayah III Benny Sampirwanto mengaku siap menampungnya. ”Saya akan pastikan bahwa yang disampaikan Pemkab Malang beserta jajarannya ini bukanlah daftar keinginan, tapi kebutuhan,” jelas Benny. Sebagai tindak lanjut, mantan Kabiro Humas Pemprov Jawa Timur itu memastikan bila pihaknya akan segera melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap aduan dan masukan dari Pemkab Malang.

Benny juga menuturkan bila peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh sudah masuk dalam program kegiatan utama Pemprov Jatim. ”Sesuai dengan harapan bupati Malang, wali Kota Malang, dan wali Kota Batu, Pak Gubernur juga sudah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Kami tinggal menunggu peningkatan status bandara dari Kementerian Perhubungan karena wewenangnya ada di bawah Kemenhub,” bebernya.



Benny juga berharap agar para stakeholder yang berkaitan dengan bandara internasional saling mendukung dan melepas ego sektoral masing-masing. Selain unek-unek tentang bandara internasional, Pemkab Malang juga menyampaikan banyaknya keluhan warga tentang peningkatan ruas jalan nasional dari Kabupaten Malang menuju Kabupaten Blitar.

Masukan berikutnya terkait dengan kabar bocornya bendungan di Desa Sumberbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Akibat kebocoran itu, lahan pertanian warga seluas 350 hektare kabarnya terimbas. Perbaikan bendungan tersebut tidak bisa dikerjakan oleh pemkab. Karena sesuai kewenangannya, itu menjadi tanggung jawab dari Pemprov Jawa Timur.

Pewarta              : Farik Fajarwati
Copy Editor        :  Dwi Lindawati
Penyunting         :  Bayu Mulya
Fotografer          :  Farik Fajarwati