Dorong Akreditasi PKBM, Disdik Siapkan Bimbingan

MALANG KOTA – Ada beberapa perkembangan di bidang pendidikan nonformal. Salah satunya tersaji di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Animonya kini meningkat.

Baik dari jumlah siswa maupun jumlah PKBM yang terdaftar di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. Kepala Seksi Kesetaraan dan Keaksaraan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kota Malang Tujuwarno menyebut bila jumlah PKBM di Kota Malang tahun ini memang meningkat.

Dari sebelumnya ada 10 PKBM, kini meningkat menjadi 11. ”Jumlahnya di tahun-tahun sebelumnya tetap, di tahun 2019 ini saja yang nambah satu,” kata Tuju, sapaan akrabnya.

Sayangnya peningkatan itu tidak dibarengi dengan bertambahnya PKBM yang mengantongi akreditasi. Dia menyebut bila hingga saat ini baru ada 6 yayasan yang sudah terakreditasi.

Rinciannya, ada 3 yayasan terakreditasi A dan 3 yayasan terakreditasi B. Sementara sisanya belum terakreditasi. Kondisi itu kini mendapat perhatian khusus dari pihaknya. ”Biasanya mereka (PKBM) tidak berjalan karena kurang siswa.

Namun, alhamdulillah selama saya di sini belum pernah ada PKBM yang tutup,” sambungnya. Tuju lantas menjelaskan bila proses akreditasi di Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF) sebenarnya tidak membutuhkan biaya. Alias gratis.

Namun, dalam proses pendaftaran akreditasi tersebut, ada kuota khusus yang diterapkan tiap tahunnya. Untuk Jawa Timur, tahun ini menurut dia punya kuota akreditasi sekitar 6.000 lembaga.

”Iya, masih ada kendala akreditasi terkait dengan kuota pada BAN PAUD dan PNF. Tahun depan kami upayakan membantu mereka (PKBM) untuk proses akreditasi,” tambahnya.

Sikap itu dilakukan karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI saat ini tengah getol-getolnya menggenjot peningkatan sektor lembaga pendidikan nonformal.

Salah satunya yakni PKBM. Kabar terbaru soal perkembangan PKBM juga berkaitan dengan adanya rencana penerbitan modul. Tuju menyebut bila kurikulum yang akan digunakan di PKBM juga sama seperti di pendidikan formal. Yakni menggunakan K13.

Tuju juga berharap ke depannya yayasan PKBM tetap fokus meningkatkan mutu dan kualitas. Sehingga tidak hanya kuantitas saja yang bertambah, namun kualitas juga meningkat.

”Saat ini kami terus memproses pengembangan modulnya,” tambahnya. Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Malang Dra Zubaidah MM mengakui bila program pengembangan PKBM tidak memiliki plot anggaran khusus.

Meski begitu, dia meyakinkan bila upaya peningkatan akreditasi akan terus dilakukan pihaknya. Salah satu langkah persiapannya bakal disajikan dengan memberi materi-materi bimbingan kepada PKBM.

”Memang tidak ada anggaran khusus, kalau anggaran operasional, kami tetap ada,” kata dia. Sesuai aturan, sistem pengawasan dan bimbingan PKBM memang berada di ranahnya disdik.

Nah, akreditasi itu menjadi salah satu tolok ukur sebuah kematangan dari PKBM tersebut dalam memberi materi pendidikan nonformal.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya