Donnarumma Menangis “Diserang” Tifosi Lewat Spanduk

Usut punya usut, kiper muda berusia 18 tahun itu tak tahan “diserang” fans sendiri di San Siro dalam laga tersebut. Serangan ke Donnarumma bukan fisik melainkan lewat spanduk yang isinya kalimat menyakitkan.

Usai laga yang dimenangkan Milan dengan skor 3-0, tifosi setia I Rossoneri – julukan Milan, menyambut kemenangan secara girang. Namun, berbarengan dengan itu beberapa spanduk dibentangkan di tiga bagian San Siro. Kalimatnya pun sangat menyakitkan dan kejam. Intinya menyebut Donnarumma sebagai saudara laki-laki parasit dan tifosi menegaskan kesabaran telah habis.

Spanduk itu tertulis dalam bahasa Italia dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira “Sebuah kejahatan psikologis memberi Anda 6 juta euro per musim dan menandatangani kontrak baru. Anda seorang parasit. Sudah waktunya untuk pergi, kesabaran kami sudah berakhir!”.

Tak ada asap tanpa api. Ya, tifosi Milan tak akan “menyerang” Donnarumma dengan kalimat-kalimat kejam tersebut tanpa sebab. Ternyata, berdasar laporan dari koran olahraga terbesar Italia, La Gazzetta dello Sport, Donnarumma telah siap hengkang dari Milan dan meminta kepada agennya untuk membatalkan kesepakatan kontrak pada awal musim ini.

Menurut laporan tersebut, Donnarumma ingin mengaktifkan klausul dalam kesepakatan barunya yang berarti kontraknya dibatalkan. Spekulasi tersebut beredar kencang dan sampai ke telingan Real Madrid dan Paris Saint-Germain. Kedua klub raksasa tersebut terang-terangan ingin menggaet Donnarumma.

Tak pelak, hal itu membuat Donnarumma kaget. Di kamar ganti, dia pun menangis. Dia sama sekali tak menyangka isu tersebut telah membuat tifosi marah dan menyerangnya. Kondisi itu membuat Donnarumma tertekan.

Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, bek Leonardo Bonucci sampai harus menghibur Donnarumma untuk menenangkannya. Dia tampak membisikkan kata-kata dan memeluk sang kiper. Bonucci tentunya tidak ingin Donnarumma terpukul terlalu dalam sehingga membuat semangatnya turun.

Sementara itu, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, tak ingin insiden tersebut menjadi bom waktu. Dia mencoba meluruskan bahwa terkait keinginan Donnarumma untuk pergi hanyalah rumor belaka.

“Donnarumma baru berusia 18 tahun dan wajar dia terguncang. Saya hanya menegaskan dia adalah kiper hebat dalam usianya. Dia ada dalam lindungan kami dan saya sebagai pelatih akan terus melindunginya,” sebut Gattuso seperti dilansir Football Italia.

“Ketika klub tak ingin menjual seorang pemain, itu tak akan terjadi. Buat apa membicarakan hal itu lagi. Saya menghormati fans, namun saya berharap fans tak melakukan itu lagi. Fans sudah selayaknya menghormati pemain,” pungkas Gattuso.


(epr/Football Italia/JPC)