Dongkrak Penjualan, Distro Tunggu Momentum Nataru

KOTA MALANG – Geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang tekstil nampak lesu. Dari hasil penelusuran radarmalang.id, terjadi rata-rata penurunan penjualan dari 5-15 persen.

Distro lokal Malang bernama Morfeen misalnya. Januari sampai Agustus 2019, rata-rata penjualan distro tersebut sebanyak 100-150 pcs per bulan, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 35 juta per bulan mengalir ke distro yang berdiri sejak tahun 2013 itu.

Namun sejak September 2019, penjualan Morfeen menurun 10 hingga 15 persen. Dari ragam barang yang dijual, produk t-shirt lah yang menyumbang fluktuatif pendapatan. Sementara barang aksesoris seperti tas dan hand bag menyumbang pundi rupiah cukup stabil yakni di angka 50 persen.

“Kalau menurut saya ini karena masa paceklik ya. Natal dan tahun baru juga masih lama. Orang-orang masih save buat kebutuhan primer. Nanti nataru mungkin sama kayak waktu lebaran,” kata Owner Morfeen Store, Fandi Akhmad Akbar.

Serupa, distro asal Malang bernama Zeroheroes juga mengalami penurunan penjualan. UMKM yang beroperasi sejak 2012 ini mengalami penurunan penjualan antara 5 sampai 7 persen. Distro yang memiliki ikon ‘panda marah’ ini dalam sebulan mampu menjual sekitar 400 hingga 600 item.

“Bahkan kalau waktu ramai atau bertepatan dengan lebaran, kami bisa menjual 5000 pieces dengan nilai pendapatan ratusan juta rupiah. Mungkin ini memang lagi low session,” kata Owner Zeroheroes, Tri W Pamungkas.

Dari total penjualan, penyumbang pendapatan terbesar Zeroheroes adalah produk jaket dan kaos. Komposisinya, 50 persen penjualan dari jenis produk tersebut, sisanya produk lain seperti tas, topi dan aksesoris lain.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia