Dongkrak PAD Tembus Rp 600 Miliar

KEPANJEN – Optimisme untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2017 terus dipacu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Targetnya, pemasukan Rp 600 miliar bakal dibukukan hingga akhir tahun. Angka itu dianggap realistis karena capaian PAD tahun lalu cukup signifikan.

Target PAD yang berada di kisaran 10 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2017 sebesar Rp 3,4 triliun itu yakin bisa dipenuhi. ”Tahun lalu kami sudah mencapai 10 persen, tapi memang harus terus dipacu,” terang Bupati Malang Rendra Kresna. Dia menyatakan, tidak banyak kabupaten/kota yang bisa memenuhi PAD sebesar 10 persen APBD.

Menurut Rendra, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sudah berkomitmen menyumbang PAD lebih besar lagi. ”Masih banyak peluang untuk terus ditambah angka PAD-nya,” sambung pejabat kelahiran 22 Maret 1962 tersebut. Sebagai contoh, Rendra menyebut, pos retribusi parkir masih bisa digenjot. Sebab, menurut dia, hingga kini masih banyak kebocoran. Ada pula potensi retribusi dari loket masuk tempat wisata yang sangat mungkin bisa lebih menghasilkan untuk menyumbang PAD.

Pos pemasukan yang masih bisa ditingkatkan adalah retribusi di pasar tradisional. ”Pasar kami sudah makin bagus, retribusi dari pedagang pasar harusnya bisa lebih maksimal dari sana,” sambung ketua DPW Nasdem Jawa Timur itu.


Untuk menggapai target itu, sejumlah langkah telah dilakukan. Salah satunya dengan mengembalikan posisi Willem Petrus Salamena sebagai kepala Badan Pendapatan Daerah. Sebelumnya, Willem ialah kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang. Karena posisi di Badan Pendapatan Daerah kosong setelah Didik Budi Mulyono diangkat menjadi sekretaris daerah (sekda), Willem akhirnya kembali ke kursi lamanya. ”Willem ahlinya di bidang itu. Kami hanya ingin right man in the right place,” sambung Rendra.

Tambahan target PAD di sejumlah OPD penghasil tersebut juga mulai dioptimalkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang misalnya, telah menyatakan kesiapan untuk memaksimalkan sektor retribusi parkir. ”Tahun ini, retribusi parkir kami target Rp 2,1 miliar,” tambah Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi. Angka itu meningkat dari target 2016 sebesar Rp 1,4 miliar, tapi mampu meraup Rp 2,1 miliar.

Secara umum, hingga awal semester tahun ini, Pemkab Malang sukses membukukan angka PAD melebihi target yang telah ditentukan. ”Total hingga semester awal, ada tambahan pendapatan Rp 200 miliar. Sebanyak 30 persen di antaranya berasal dari PAD,” tambah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

Bila dijumlah, ada total tambahan PAD sebesar Rp 60 miliar yang dicatatkan hingga pertengahan tahun. Bila mampu melanjutkan tren itu, target PAD sebesar Rp 600 miliar tentu yakin bisa diraih. Karena dari target yang tercantum dalam APBD 2017, sektor PAD ditarget mampu mendapat Rp 426 miliar.

Pewarta: Bayu Mulya
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati