Donald Trump Dinyatakan Berwenang Perintahkan Pembunuhan Soleimani

JawaPos.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berawal dari tewasnya Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Jenderal senior Iran tersebut terbunuh dalam serangan drone Amerika Serikat di Baghdad pada Jumat (3/1). Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan serangan tersebut dan memang menargetkan Soleimani. Sang jenderal diklaim akan menyerang pejabat-pejabat AS di Irak.

Kendati kematian Soleimani membuat ketegangan yang hebat di Timur Tengah dan Iran sudah melakukan balasan dengan menembakkan rudal ke markas AS di Irak, tindakan Trump dibenarkan. Jaksa Agung AS, William Bar pada Senin (13/1) menegaskan bahwa Trump jelas berwenang menewaskan Soleimani.

William Barr menambahkan bahwa Gedung Putih berkonsultasi dengan departemennya sebelum menyerang jenderal besar Iran tersebut. Barr mengatakan kepada para wartawan bahwa Soleimani merupakan target militer yang sah dan serangan itu merupakan aksi pembelaan diri yang sah.

“Departemen Kehakiman melakukan konsultasi dan jujur saya tidak merasa itu keadaan berbahaya. Saya rasa Presiden Trump jelas memiliki wewenang untuk bertindak seperti yang dia sudah lakukan atas sejumlah dasar. Kita menghadapi situasi bahwa Iran telah memulai serentetan aksi kekerasan yang meningkat terhadap sekutu-sekutu kita, terhadap orang-orang Amerika, pasukan kita, dengan tujuan yang sudah terus terang diakui untuk mengusir kita dari Timur Tengah,” sebut Barr seperti dilansir Reuters.

Seperti diketahui, sejumlah pihak mempertanyakan pernyataan pemerintahan Trump bahwa Soleimani sedang merencanakan serangan terhadap AS. Mereka juga mempertanyakan rencana Trump soal waktu penyerangan, koordinasi pemerintah, dan keputusannya untuk tidak memberi tahu Kongres, yang memegang kekuasaan untuk menyatakan perang.

“Jenderal yang bertanggung jawab, Soleimani, jelas menjadi target militer yang sah. Waktu kita tak banyak untuk melakukan serangan. Ini aksi pembelaan diri yang sah sebab aksi tersebut mengacaukan serangan yang sedang berlangsung dan itu merupakan pencegahan,” pungkas Barr.