DMI Ajak Pemuda Kembangkan Bisnis Untuk Majukan Ekonomi Umat

JawaPos.com – Gerakan pemuda masjid didorong untuk menggerakan perekonomian yang bisa memacu pengembangan ekonomi ummat. Penciptaan entrepreneurship di kalangan pemuda masjid pada akhirnya diharapkan mampu menggerakan ekonomi dan memberikan tambahan kesejahteraan bagi masyarakat.

‘’Alangkah baiknya jika pemuda bisa didorong menjadi entrepreneur dan mampu mengembangkan ekonomi umat di seluruh masjid di Indonesia,” ujar Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/5).

Syafruddin saat menghadiri Khatam Fest di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/5) memotivasi pemuda Islam di Indonesia untuk dapat menggerakan ekonomi dengan menjadi entrepreneur, terutama di kawasan masjid.

Dikatakan, bahwa pada zaman Rasullah SAW, masjid difungsikan untuk berbagai macam kegiatan. Mulai dari berdakwah, memutuskan keputusan strategis pemerintah, dan termasuk perputaran roda ekonomi. Indonesia, yang memiliki sekitar 800.000 masjid dapat memanfaatkan kesempatan ini apabila dikelola dengan baik dan dapat menjadi kesempatan baik bagi pemuda Islam untuk belajar mengelola usaha.

Salah satu manfaat dari pengembangan entrepreneurship di wilayah masjid adalah tak lain untuk menyongsong kebangkitan Islam yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Gerakan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Ketua DMI Provinsi Sulawesi Selatan Amin Syah memiliki pandangan yang sama atas gerakan pemuda masjid di bidang entrepreneur. “Pemikiran ini luar biasa. Usaha seperti ini harus melekat di masjid,” tuturnya. Dikatakan juga bahwa awal mula Islam berkembang di Indonesia adalah melalui jalur ekonomi yang dibawa oleh pedagang yang berasal dari Gujarat, India dan Hadramaut, Yaman.

Khatam Fest ini merupakan kegiatan roadshow selama bulan Ramadan yang diinisiasi oleh Indonesian Youth Economic Forum (Isyef), yang merupakan salah satu organisasi pemuda Islam di bawah naungan DMI. Selain di Makassar, kegiatan ini telah dilaksanakan sebelumnya di Banda Aceh, Medan, Bandung, Surabaya, dan akan dilanjutkan di Banjarmasin.

Editor : Mohamad Nur Asikin