Diwarnai 2 Kasus Rasialisme, Inggris Pesta Gol di Kandang Bulgaria

Diwarnai 2 Kasus Rasialisme, Inggris Pesta Gol di Kandang Bulgaria - JPNN.com

Bek timnas Inggris Tyronne Mings (kedua kiri) yang jadi korban cemoohan dari suporter Bulgaria. Foto: ANTARA/REUTERS/Carl Recine

jpnn.com, SOFIA – Pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup A antara tuan rumah Bulgaria vs Inggris di Stadion Nasional Vasil Levski, Sofia, Selasa (15/10) dini hari WIB, sempat dua kali dihentikan karena cemoohan rasial.

Penghentian pertama terjadi pada menit ke-27 setelah bek debutan Inggris Tyronne Mings jadi sasaran cemoohan rasial dari suporter tuan rumah berupa bebunyian menirukan suara kera.

Hal itu membuat kapten Inggris Harry Kane berdiskusi dengan wasit Ivan Bebek yang akhirnya meminta pihak penyelenggara pertandingan memberikan pengumuman untuk mengimbau para penonton menghentikan tindakannya sesuai dengan aturan UEFA. “Perhatian. Ini pengumuman keamanan penting,” demikian pengumuman yang disampaikan lewat pengeras suara di stadion.

“Karena tindakan rasial, wasit mengancam akan menghentikan pertandingan. Tidak ada toleransi untuk tindakan rasial di dalam stadion,” demikian tambah pengumuman tersebut.

Kemudian pada menit ke-42 pertandingan sempat dihentikan lagi setelah manajer Inggris Gareth Southgate mengajukan protes kepada ofisial di tepi lapangan. Selepas diskusi beberapa saat, pertandingan dilanjutkan namun jika ada penghentian lain bukan tidak mungkin laga akan sama sekali dihentikan.

Regulasi UEFA untuk penanganan tindakan rasial terdapat tiga langkah, yakni pertama memberi tahu wasit atas hal tersebut yang kemudian meminta pengumuman di pengeras suara stadion untuk menghentikannya.

Kedua, wasit bisa menunda pertandingan sementara selama pengumuman disampaikan di stadion. Ketiga, jika situasi tak berubah, wasit punya wewenang untuk menghentikan pertandingan sama sekali.

Ini bukan kali pertama para pemain Inggris berkulit hitam menjadi sasaran dari tindakan rasismen dalam laga-laga Kualifikasi Piala Eropa 2020.